Page 905 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 905

Bab 12 Pengenalan Teori Kuantum Atom


                        dengan    ecepatan sudut rotasi, I momen inersia molekul, dan L momentum
                        sudut molekul. Jika dikaji dari teori kuantum, rotasi molekul melahirkan

                        tingkat-tingkat energi yang disktrit.

















               Gambar 12.21 Contoh rotasi molekul yang dibangun oleh tiga atom (xaktly.com).


                                Momentum  sudut  yang  dimiliki  nilai  yang  terkuantisasi  menurut
                        hubungan


                                                h
                                L =    L (L   ) 1                                         (12.40)
                                               2 

                        Dengan h adalah konstanta Planck, L disebut bilangan kuantum momentum

                        sudut rotasi = 0, 1, 2, 3, … Dengan demikian, energi kinetik rotasi molekul
                        memiliki nilai-nilai disktrit yang memenuhi

                                         1
                                                      2
                                 E         L (L   ) 1 h                                  (12.41)
                                  rot
                                       8 2 I

                                Kaidah transisi yang berkalu untuk ritasi adalah


                                L = 1                                                    (12.42)

                        Dengan  demikian,  jika  molekul  melakukan  transisi  dari  keadaan  dengan
                        bilangan  kuantum  L  ke  keadaan  dengan  bilangan  kuantum  L-1  maka
                        dilepas energi sebesar


                                        1                 1
                                                     2
                                                                                2
                                  E       L (L   ) 1 h    (L  1 )[(L   ) 1   ] 1 h
                                      8 2 I            8 2 I

                                                           893
   900   901   902   903   904   905   906   907   908   909   910