Page 149 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 149
• Radiolaria, memiliki habitat di laut dan 3. Ciliata (Ciliophora)
fosilnya tersusun atas silikat membentuk Ciri-ciri:
tanah radiolaria yang dimanfaatkan sebagai • Bersel satu dengan bentuk tubuh tetap.
bahan penggosok. • Mempunyai celah mulut dan dilengkapi
dengan anus sel.
• Memiliki dua buah inti sel, yaitu
makronukleus (alat reproduksi aseksual)
dan mikronukleus (alat reproduksi
seksual).
Amoeba Foraminifera Radiolaria
• Pada dinding sel terdapat rambut getar
2. Flagelata (Mastigophora) (silia) sebagai alat gerak.
Ciri-ciri: • Reproduksi secara seksual dengan
• Bersel satu (uniseluler). konjugasi dan aseksual dengan
• Bentuk sel tetap dan tidak punya membelah diri.
rangka. • Hidup di perairan tawar yang banyak
• Ukuran tubuh antara 35—60 mm. mengandung zat organik.
• Umumnya berkloroplas. Struktur tubuhnya, yaitu:
• Alat gerak berupa flagel
• Kebanyakan hidup di air tawar. Silia
Vakuola
• Bersifat autotrof dan memakan zat kontraktil
organik berupa larutan. Vakuola
makanan
• Reproduksi secara aseksual dengan Makronukleus Mikronukleus
membelah diri secara memanjang. Endoplasma
Struktur tubuhnya, yaitu: Ektoplasma Sitostoma
Flagela
Struktur Tubuh Paramaecium
Stigma
Contoh:
• Paramaecium caudatum, bere produksi
Nukleolus Nukleus
secara aseksual de ngan membelah diri dan
Kloroplas
seksual dengan konjugasi.
Vakuola kontraktil
• Stentor, bentuk seperti terompet de ngan
Pelikel
tangkai yang melekat pada substrat.
Contoh: • Balantidium coli, habitat pada kolon
• Euglena viridis, Volvox, dan Pandorina, manusia dan dapat menimbulkan penyakit
memiliki kloroplas se hingga berperan balantidiosis (disentri).
sebagai pro dusen dalam ekosistem perairan.
• Trichonympha dan Myxotricha yang hidup
dalam usus rayap dan membantu rayap
dalam mencerna kayu karena memiliki enzim
selulosa.
• Trypanosoma gambiense yang hidup dalam Paramaecium Stentor Balantidium coli
kelenjar ludah lalat Tsetse (Glossina palpalis)
yang menyebabkan penyakit ”tidur”.
148

