Page 183 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 183
• Sinfibrosis (persendian dengan jaringan B. Otot
ikat (fibrosa)).
Contoh: tulang tengkorak, dan hu- Otot dapat bergerak karena adanya sel otot. Otot
bungan antara tulang dada dan rusuk. bekerja dengan cara berkontraksi dan relaksasi.
2. Amfiarthrosis, yaitu persendian yang a. Jenis-jenis Otot
memungkinkan adanya sedikit gerakan
(terbatas).
Contoh: persendian pada tulang rusuk dengan
tulang belakang dan tulang dada.
Otot lurik Otot polos Otot Jantung
3. Diathrosis (sendi gerak), yaitu persen-
dian yang dapat bergerak dengan leluasa. 1. Otot polos
Dikelompokkan menjadi lima, yaitu: • selnya berbentuk gelondong dan
nukleus ada satu di tengah sel.
• Gerakan ototnya lambat dan tidak cepat
lelah.
Sendi Putar Sendi Peluru • Bekerja secara tidak sadar (involunter).
• Terdapat pada bagian organ dalam tubuh.
2. Otot lurik
• Selnya berbentuk silindris dengan garis
Sendi Engsel Sendi Pelana gelap terang.
• Nukleus banyak dan terletak di tepi.
• Bekerja secara sadar (volunteer).
• Gerakannya cepat dan mudah lelah.
Sendi Luncur • Melekat pada rangka.
• Sendi engsel, yaitu persendian yang 3. Otot jantung
dapat bergerak satu arah. • Selnya berbentuk silindris, dengan
Contoh: ruas antarjari dan pada siku. percabangan (sinsitium).
• Sendi peluru, yaitu persendian yang • Nukleus satu dan terletak di tengah.
dapat bergerak ke seluruh arah. • Bekerja secara tidak sadar (involunter).
Contoh: sendi pada pangkal lengan dan • Tidak mudah lelah.
pangkal paha • Terdapat pada organ jantung.
• Sendi pelana, yaitu persendian yang
dapat bergerak dua arah. b. Karakteristik Otot
Contoh: sendi pada pangkal jari dan 1. Kontraksibilitas g kemampuan
telapak tangan. memendek (berkontraksi).
• Sendi putar, yaitu persendian dimana 2. Ekstensibilitas g kemampuan
tulang yang satu berputar terhadap memanjang (berelaksasi).
tulang yang lain. 3. Elastisitas g kemampuan untuk kembali
Contoh: hubungan antartulang leher pada ukuran semula setelah memendek
dengan tengkorak. atau memanjang.
• Sendi luncur, yaitu persendian tempat c. Macam Gerak Otot
ujung tulang yang satu menggeser 1. Antagonis (berlawanan)
ujung tulang yang lain. • Ekstensor - fleksor : meluruskan -
Contoh: sendi pada ruas tulang membengkokkan
belakang.
182

