Page 199 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 199

2.  Kapasitas Sisa Pernapasan  (FRC =      8.  Laringitis, yaitu radang pada daerah
                    Functional Residual Capacity), yaitu       laring.
                    jumlah  udara  yang  masih  terdapat   9.  Asfiksi, yaitu gangguan pengangkutan
                    di  dalam  paru-paru  setelah  udara       oksigen ke jaringan-jaringan tubuh.
                    pernapasan normal diembuskan keluar.
                                                       B.   Sistem Pernapasan Hewan
            d.  Gangguan Sistem Pernapasan
                1.   Asma, yaitu gangguan sistem pernapasan   1.  Protozoa
                    yang disebabkan adanya penyumbatan      Tanpa alat khusus, gas pernapasan langsung
                    saluran pernapasan karena udara kotor,   terdifusi melalui membran sel.
                    udara dingin, alergi terhadap suatu ben-
                    da, atau stres.                    2.  Cacing
                                                           Difusi gas lewat permukaan kulit yang basah
                2.  Emfisema, yaitu radang pada alveolus,   dan langsung terhubung dengan kapiler
                    sehingga  proses  pertukaran  gas      darah.
                    pernapasan menjadi terganggu.
                3.  Kanker paru-paru, yaitu  terjadinya   3.  Serangga
                    pertumbuhan sel-sel kanker pada paru-  •   Menggunakan sistem trakea berupa
                    paru secara tidak terkendali dan lambat    pembuluh-pembuluh yang langsung
                    laun dapat menyerang seluruh tubuh.        terhubung dengan jaringan tubuh.

                4.  Tuberkulosis (TBC),  yaitu  penyakit   •   Gas dapat keluar-masuk lewat lubang-
                    paru-paru  yang  disebabkan  oleh          lubang stigma pada tepi abdomen.
                    Mycobacterium tuberculosis  dan    4.  Ikan
                    menimbulkan bintil-bintil pada dinding   •   Bernapas dengan insang.
                    alveolus.
                                                           •   Pertukaran gas terjadi secara difusi
                5.  Bronkitis, merupakan gangguan pada         antara gas di air dengan di kapiler darah
                    bronkus akibat infeksi dan menghasilkan    pada lembaran insang.
                    lendir yang akan menyumbat batang
                    tenggorokan.  Akibatnya,  penderita   5.  Amfibi
                    mengalami sesak napas.                 •   Berudu (larva) bernapas dengan insang
                6.  Pneumonia, merupakan peradangan            luar, kemudian digantikan insang dalam.
                    pada paru-paru, dimana terdapat cairan   •   Katak  dewasa  bernapas  dengan
                    dan sel darah merah yang berlebihan        paru-paru dibantu dengan difusi di
                    pada alveoli yang disebabkan bakteri       permukaan kulit yang lembap.
                    Diplococcus pneumoniae.
                                                       6.  Aves
                7.  Sinusitis, yaitu peradangan pada rongga   •   Bernapas dengan paru-paru.
                    hidung atas (sinus paranasalis) yang
                    menyebabkan hidung tersumbat dan       •   Memiliki  pundi  udara  (saccus
                    mengeluarkan lendir.                       pneumaticus),  yang  membantu
                                                               menyuplai oksigen saat burung sedang
                                                               terbang.







           198
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204