Page 201 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 201

rapan kembali zat-zat yang terkandung      pembentuk sel-sel baru yang terus aktif
                    di  dalam  urine  primer  yang  masih      melakukan pembelahan sel.
                    berguna bagi tubuh di tubulus        Dermis(kulit jangat)
                    kontortus  proksimal.  Hasil  reabsorpsi      Lapisan dermis dibentuk oleh sera but lentur
                    berupa urine sekunder yang mengan-     yang mengandung senya wa kolagen. Lapisan
                    dung garam, asam amino, dan glukosa.   ini terdiri atas:
                  Augmentasi (pengumpulan)                -   Akar rambut,  terdapat  otot  polos
                    Pengaturan kadar air pada urine            penegak rambut (Musculus arektor pili)
                    sekunder terjadi pada tahap ini di         dan ujung saraf perasa nyeri.
                    tubulus kontortus distal dengan        -   Kelenjar keringat (glandula sudorifera)
                    bantuan  hormon  antidiuretik  (ADH)   -   Kelenjar minyak (glandula sebasea),
                    hingga  membentuk  urine  sejati.          berfungsi untuk menjaga agar rambut
                    Selanjutnya, urine sejati ini menuju ke    tidak kering.
                    kantong urinaria melewati  ureter dan
                    lewat melalui uretra.                  -   Pembuluh darah
                                                           -   Serabut saraf,  terdiri  atas  saraf  perasa
            •   Komposisi  urine  dalam  kondisi  normal,      panas, dingin, tekanan, dan sentuhan.
                yaitu:
                  Air (kira-kira 95%).                •   Fungsi  kulit  selain  sebagai  alat  ekskresi,
                                                           yaitu:
                  Urea, asam urea, amonia, dan garam.
                                                             Melindungi tubuh terhadap segala
                  Zat warna empedu (bilirubin dan             rangsangan.
                    biliverdin  yang  menyebabkan  warna     Mengatur suhu tubuh.
                    kuning pada urine).
                                                             Menyimpan kelebihan lemak.
                  Beberapa zat yang sifatnya racun.         Tempat pembentukan vitamin D.
            2.   Kulit                                 3.   Hati

            •   Struktur kulit terdiri atas tiga lapisan, yaitu:  •   Organ  hati  terletak  di  dalam  rongga
              Epidermis (kutikula)                            perut dan  terdiri  atas dua  lobus (kiri
                Lapisan epidermis merupakan lapisan            dan kanan) dengan lobus kanan
                terluar pada kulit yang tersusun atas empat    berukuran lebih besar.
                lapisan, yaitu:                            •   Hati  terlindungi  oleh  selaput  tipis
                -   Stratum korneum (lapisan zat tanduk),      yang  disebut  Kapsula hepatis  dan
                    yaitu  lapisan  sel  mati  yang  selalu    merupakan kelenjar terbesar dalam
                    mengelupas.                                tubuh.
                -   Stratum lusidum,  yaitu  lapisan  yang   •   Fungsi hati, yaitu:
                    memberi  warna  pada  kulit.  Semakin        Penghasil cairan empedu.
                    banyak melanin (pigmen warna hitam)          Tempat penyimpanan gula dalam
                    yang dihasilkan dari sel ini maka kulit        bentuk glikogen.
                    akan menjadi semakin gelap.
                                                                 Tempat  pembentukan  dan
                -   Stratum granulosum,  yaitu  lapisan            perombakan protein.
                    penghasil  pigmen  warna  pada  kulit,       Tempat pembentukan dan perom-
                    terletak pada bagian paling bawah              bakan sel darah merah yang sudah
                    epidermis.                                     mati.
                -   Stratum  germinativum,  yaitu  lapisan       Tempat pembentukan protrombin

           200
   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206