Page 195 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 195
2) menafsirkan (interpretasi) rangsang tersebut, dan
3) memberi respon terhadap rangsang dalam bentuk sekresi kelenjar atau kontraksi
otot.
Melalui ketiga fungsi di atas, sistem saraf melaksanakan peranannya mengatur
dan mengoordinasikan segala aktivitas tubuh. Secara anatomi, sistem saraf terdiri atas
dua bagian, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
1. Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat terdiri atas otak Tokoh
(ensefalon) dan sumsum tulang belakang
(medula spinalis).
a. Otak
Otak terletak di dalam rongga kepala
terlindung oleh tulang tengkorak (kranium),
selaput otak (meninges), dan cairan otak
(cairan serebrospinal). Permukaannya tidak
merata karena adanya belahan-belahan otak
(lobus), gelang-gelang otak (girus), dan alur-
alur otak (fisura). Otak dibedakan atas tiga PUSAT BICARA
bagian utama, yaitu otak besar (serebrum), Pierre Paul Broca (1824-1880)
adalah seorang ahli bedah,
otak kecil (serebelum), dan batang otak anatomi, dan antropologi. Ia lulus
(medula oblongata). dari kedokteran dan menjadi
profesor ilmu bedah di Paris, dan
1) Otak besar ia juga tertarik pada matematika
Serebrum merupakan bagian tingkat tinggi. Ia menemukan
terbesar dari otak manusia, terdiri atas dua sebuah daerah sempit pada
hemisfer serebral yang dipisahkan oleh lapisan luar serebrum yang
bertanggung jawab untuk
fisura longitudinal. Kedua hemisfer ini mengoordinasikan otot-otot di
dihubungkan oleh sejumlah badan serabut dalam pangkal tenggorok dan
saraf yang disebut korpus kalosum. leher yang menghasilkan bicara.
Melalui badan inilah impuls-impuls Daerah ini sekarang dikenal
diteruskan dari satu hemisfer ke hemisfer sebagai daerah Broca, atau pusat
motorik bicara. Broca juga
lainnya. mempelajari kanker dan
Hemisfer terbagi menjadi lobus- mengembangkan alat-alat untuk
lobus, dipisahkan oleh celah yang disebut mengukur otak dan tengkorak.
sukus. Setiap hemisfer terdiri atas 4 lobus, Sumber: Jendela Iptek Tubuh
antara lain: Manusia, 2001
188 Bab 9 Sistem Koordinasi

