Page 198 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 198
Sumsum tulang belakang terdiri atas dua bagian, yaitu bagian abu-abu di tengah
dan bagian putih di pinggir. Bagian abu-abu berbentuk huruf H, terdiri dari akar dorsal
yang mengandung saraf sensorik, akar ventral yang mengandung saraf motorik eferen,
dan kanal sentral suatu saluran yang mengandung cairan serebrospinal yang
berhubungan dengan rongga ventrikel dalam otak.
Bagian putih, mengelilingi bagian abu-abu, berisi serabut-serabut saraf spiral
yang datang dari bagian abu-abu, dan serabut saraf sepanjang sumsum tulang belakang
yang menghubungkan saraf spinal dengan otak.
Fungsi sumsum tulang belakang adalah sebagai penghubung impuls dari atau ke
otak dan memberi kemungkinan jalan terpendek pada gerak refleks. Gerak refleks
adalah respons tidak sadar terhadap rangsang tertentu. Refleks ini merupakan
mekanisme penting untuk memelihara kenormalan fungsi tubuh. Misalnya, batuk dan
bersin adalah refleks pemeliharaan dari gangguan sistem pernapasan.
Refleks-refleks yang sederhana hanya memerlukan paling banyak tiga buah sel
saraf (neuron) untuk menghasilkan aksi terhadap sebuah rangsang yaitu neuron sensoris
interneuron-neuron motoris. Refleks dapat diselesaikan melalui lengkung refleks, yaitu
jalan terpendek yang ditempuh suatu gerak refleks, seperti refleks sentakan lutut,
pada Gambar 9.5.
interneuron
neuron sensoris
saraf pusat
neuron motoris
reseptor sensoris
otot fleksor tempurung
lutut
otot fleksor
Sumber: Biology, 1999
Gambar 9.5 Refleks sentakan lutut lengkung refleks merupakan unit fungsional dari sistem
saraf yang dibangun oleh reseptor, neuron sensorik, sumsum tulang belakang, neuron motorik,
dan efektor (otot atau kelenjar).
2. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi dibagi dalam dua sistem, yaitu sistem saraf kraniospinal dan
sistem saraf otonom.
Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI 191

