Page 217 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 217

b.   Pengaktifan Gen

                                                                  Hormon-hormon lainnya bekerja pada
                     pembuluh darah                           organ sasaran dengan cara yang berbeda.
                                  molekul hormon
                                         membran plasma sel   Molekul-molekul hormon menembus
                                         sasaran              membran sel dan bersenyawa dengan
                                                              molekul-molekul protein reseptor tertentu di
                                                              dalam sitoplasma. Kompleks hormon
                                      protein reseptor
                                                              reseptor yang dibentuk memasuki nukleus
                                                              dan langsung bereaksi dengan DNA,
                                    kompleks hormon reseptor  kemudian memicu transkripsi RNA dari gen
                                                              tertentu. Sel sasaran membuat protein khas
                       sitoplasma
                                                              yang merespons hormon tertentu. Jenis
                       inti                                   hormon yang termasuk ke dalam kelompok

                              gen               kerja diatur  ini adalah hormon-hormon steroid.
                            diaktifkan          oleh hormon

                           Gambar 9.19 Pengaktifan gen.

                             Rangkuman

                         Sistem koordinasi berfungsi untuk mengatur sistem-sistem organ tubuh yang lain agar
                     dapat menjalankan fungsinya dan bekerja sama secara serasi dan efisien. Dalam tubuh,
                     kita dibedakan dua sistem koordinasi berdasarkan sifat kerjanya, yaitu sistem koordinasi
                     yang dilakukan oleh sistem saraf dan sistem endokrin (hormonal).
                         Bagian-bagian yang bertugas menerima rangsang dari sistem saraf itu disebut reseptor.
                     Reseptor tubuh dapat berupa alat indra. Alat indra yang kita kenal, yaitu mata, telinga, lidah,
                     kulit, dan hidung. Reseptor yang menerima dan mendeteksi stimulus dari luar lingkungannya
                     disebut eksteroseptor. Kelompok reseptor yang termasuk eksteroseptor ini, yaitu sel-sel
                     saraf sensorik yang terdapat pada mata, telinga, kulit, lidah, dan hidung. Reseptor yang
                     menerima stimulus dari dalam disebut interoseptor. Kelompok reseptor yang termasuk
                     interoseptor adalah sel-sel saraf yang menerima rangsang tekanan darah dan rasa lapar.
                         Letak reseptor ini tidak sama seperti yang ditemukan pada lidah atau ujung jari.
                     Reseptor sentuhan banyak terdapat pada bagian ujung jari tangan dan kaki, serta pada
                     bagian telapak tangan dan kaki.
                         Reseptor merupakan ujung saraf yang letaknya di sebelah bagian dalam kulit yang
                     disebut dermis. Ujung sel saraf reseptor ini hanya dapat terangsang apabila terjadi tekanan
                     dan getaran yang cukup kuat.
                         Reseptor yang berfungsi untuk menerima rangsangan rasa sakit, yaitu ujung-ujung
                     saraf pada lapisan kulit di bagian epidermis dan dermis sehingga ada bagian kulit yang
                     kurang peka. Reseptor ini terdiri atas korpuskulus ruffini yang dapat merasakan rasa panas
                     dan ujung saraf krause yang dapat merasakan suhu dingin. Kuncup pengecap yang terdapat
                     pada bagian permukaan ujung lidah berguna untuk indra perasa.

                     210                                                            Bab 9  Sistem Koordinasi
   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222