Page 215 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 215
oleh kelenjar pituitari berperan dalam pendewasaan tersebut. ICSH merangsang
testis (buah zakar) untuk menggetahkan androgen atau testosteron. Hormon ini
berperan merangsang pematangan sel-sel kelamin laki-laki (sperma), dan
perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder, seperti pertumbuhan rambut (kelamin,
kumis, jenggot), suara membesar, dan pelebaran bahu.
Pubertas pada wanita umumnya terjadi lebih awal dibandingkan dengan pada
laki-laki, yaitu sekitar usia 10 tahun. Masa pubertas dipicu oleh hormon yang dihasilkan
kelenjar pituitari, yaitu FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing
Hormone). Keduanya merangsang folikel dan badan kuning di dalam kandung telur
(ovarium) untuk mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron. Estrogen
bertanggung jawab dalam memelihara fungsi organ kelamin dan merangsang
perkembangan endometrium serta memacu pertumbuhan ciri-ciri kelamin sekunder
wanita, seperti pertumbuhan rambut pada kelamin, pembesaran payudara (kelenjar
susu), penumpukan lemak di bagian tertentu (bahu, pinggul, paha) sehingga memberi
kesan penampakan bentuk tubuh yang khas.
Hormon progesteron dihasilkan oleh badan kuning (korpus luteum) berperan
dalam pembentukan dan pemeliharaan plasenta, produksi air susu dan secara umum
menyiapkan serta memelihara kondisi kehamilan.
Pada wanita peranan hormon dalam perkembangan kelamin ini lebih kompleks,
misalnya dalam daur menstruasi, kehamilan, dan persalinan. Hal ini akan dibahas
bersamaan dengan pembahasan mengenai alat kontrasepsi secara lebih rinci pada
bab selanjutnya mengenai sistem produksi.
Tugas
Perhatikanlah grafik berikut ini! Grafik ini menunjukkan konsentrasi gula darah
dan konsentrasi hormon tertentu dalam darah yang berubah setiap 5 jam.
Periode Periode Periode
1 2 3
Konsentrasi dalam darah gula darah
Waktu (jam)
hormon A
0 1 2 3 4
208 Bab 9 Sistem Koordinasi

