Page 213 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 213
tidak teratur, mulut ternganga, dan mata melotot. Kelebihan
hormon tiroksin pada usia pertumbuhan mengakibatkan
pertumbuhan raksasa.
Kekurangan hormon tiroksin akan menyebabkan
terhentinya pertumbuhan. Kekurangan hormon tiroksin pada
anak-anak akan menyebabkan pertumbuhan kecil (kretinisme)
dan kemunduran mental. Sebaliknya, kekurangan hormon
tiroksin pada usia dewasa menyebabkan menurunkan proses
kimiawi tubuh, aktivitas peredaran darah menurun, serta otot
menjadi lembek dan lelah.
Sumber: Biology, 1999 Yodium merupakan bahan penting untuk hormon tiroksin.
Gambar 9.15 Penyakit
gondok kekurangan yodium. Yodium masuk ke tubuh kita melalui makanan. Kekurangan
yodium menyebabkan pembentukan hormon tiroksin
terganggu dan pada akhirnya menimbulkan penyakit gondok.
d. Kelenjar Anak Gondok (Paratiroid)
Kelenjar ini terletak di dekat kelenjar tiroid bagian bawah. Hormon yang
dihasilkan adalah parathormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium dan fosfat di
dalam darah. Kekurangan hormon ini dapat menyebabkan gejala kejang-kejang otot.
Jika kadar parathormon berlebihan, dapat mengakibatkan tumor paratiroid.
e. Kelenjar Anak Ginjal (Adrenal/Suprarenal)
Kelenjar ini terletak di bagian atas ginjal dan banyaknya
sepasang. Kelenjar adrenal terbagi menjadi dua bagian, yaitu
bagian luar (korteks) dan bagian dalam (medula).
Bagian korteks ginjal menghasilkan hormon tiroksin.
Kekurangan hormon ini dapat menyebabkan penyakit
Addison dengan gejala kulit menjadi merah dan dapat
menimbulkan kematian.
Bagian medula menghasilkan hormon adrenalin. Adapun
fungsi hormon adrenalin ini di antaranya menyempitkan pembuluh
darah sehingga meningkatkan tekanan darah. Akibatnya,
Sumber: Pertumbuhan, live, 1981 aktivitas jantung dipacu. Selain itu, mengubah gula otot atau
Gambar 9.16 Penampakan glikogen menjadi gula darah atau glukosa, serta mengendurkan
rasa takut. otot bronkiolus sehingga melegakan pernapasan.
Rasa takut atau terkejut dapat pula menimbulkan rangsangan pada bagian medula
ini sehingga menghasilkan adrenalin yang lebih banyak. Hal ini ditandai dengan denyut
jantung yang cepat. Di samping itu, mata membelalak dan bulu kuduk atau bulu roma
menegak.
206 Bab 9 Sistem Koordinasi

