Page 223 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 223

(spermatozoa) juga merupakan organ hormon
                                       Saraf
                                                          endokrin. Hormon yang dihasilkan testis adalah
                                        Pembuluh          hormon testosteron, yaitu hormon kelamin jantan
                                        darah
                                                          yang utama. Disebut demikian, karena hormon
                                        Duktus
                                        deferens          inilah yang suatu saat bertanggung jawab
                                                          memperlihatkan ciri-ciri kelamin sekunder pada
                                                          pria. Ciri-ciri kelamin sekunder, tersebut antara
                                                          lain adanya janggut, suara membesar, dan bentuk
                                                          badan yang akan tampak pada saat seorang pria
                                                          yang mencapai masa pubertas (masa kematangan
                                                  Tubulus  seksual).
                                                  semi-
                                                  niferosa    Testis berbentuk bulat telur yang jumlahnya
                                                          sepasang dan terdapat pada suatu kantong
                                                 Epididimis  pelindung disebut  skortum.  Setiap testis
                                                          dilengkapi dengan saluran-saluran halus yang
                                               Testis     disebut tubulus seminiferus. Tubulus seminiferus
                                                          ini apabila direntangkan dari ujung yang satu ke
                           Sumber: Fisiologi Manusia, 2001  ujung yang lain berukuran lebih dari 200 m. Pada
                      Gambar 10.2  Bagian-bagian testis.
                                                          dinding-dinding tubulus seminiferus terdapat bakal
                              sperma yang disebut spermatogonia dengan jumlah kromosom diploid.
                              Spermatogonia ini suatu saat akan berubah menjadi spermatozoa. Proses
                              perubahan spermatogonium menjadi sperma (spermatozoa) terjadi melalui dua
                              proses pembelahan sel yang berlangsung secara meosis. Dengan demikian, setiap
                              spermatogonium suatu saat akan menghasilkan empat sel sperma.
                                  Di samping spermatogonia, pada tubulus seminiferus terdapat pula sel-sel
                              berukuran besar yang disebut sel sertoli. Sel sertoli inilah yang berperan sebagai
                              penyedia makanan bagi spermatozoa-spermatozoa tersebut.

                         2)   Saluran reproduksi
                                  Saluran reproduksi pada pria terdiri atas duktus epididimis, duktus deferens
                              (saluran sperma), vesikula seminalis (kantung sperma), dan duktus ejakulatorius
                              (saluran pemancaran). Saluran-saluran tersebut saling berhubungan satu sama
                              lain membentuk satu kesatuan saluran reproduksi.
                                  Duktus epididimis berjumlah sepasang terdapat bersama-sama testis di
                              dalam skrotum yang merupakan tempat terjadinya proses pematangan sperma.
                              Saluran ini terletak di sebelah belakang atas dari testis dan tampak berkelok-
                              kelok. Saluran lanjutan dari epididimis, dikenal sebagai vas deferens, jumlahnya
                              sepasang, berupa saluran lurus untuk mengangkut spermatozoa dari duktus
                              epididimis ke kantong sperma yang dikenal sebagai vesika seminalis. Vesika
                              seminalis ini berupa sepasang kantong yang  dinding-dindingnya menghasilkan


                     216                                                   Bab 10  Sistem Reproduksi Organisme
   218   219   220   221   222   223   224   225   226   227   228