Page 227 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 227

4)   Vagina
                                  Vagina merupakan bagian dalam kelamin wanita yang berbentuk seperti
                              tabung dilapisi dengan otot yang arahnya membujur ke arah bagian belakang
                              dan atas. Bagian dinding vagina lebih tipis dibandingkan dengan dinding rahim
                              dan terdapat banyak lipatan-lipatan. Lipatan-lipatan tersebut berguna untuk
                              mempermudah jalannya proses kelahiran bayi. Di samping itu, pada vagina juga
                              terdapat lendir yang dikeluarkan oleh dinding vagina dan sepasang kelenjar yang
                              dikenal sebagai kelenjar bartholi. Vagina ini merupakan organ persetubuhan
                              (kopulasi) pada wanita.

                         b.   Alat Reproduksi Bagian Luar

                              Alat reproduksi bagian luar pada wanita disebut vulva, terdiri atas labia mayora,
                         mons pubis, labia minora, organ klitoris, orificium uretra, dan himen (selaput dara).
                              Labia mayora adalah bibir bagian luar dari vagina yang tebal dan berlapiskan
                         lemak, sedangkan mons pubis merupakan bagian tempat bertemunya dua bibir vagina
                         dengan bagian atas yang terlihat membukit. Labia minora atau bibir kecil, yaitu sepasang
                         lipatan kulit pada vagina yang halus dan tipis serta tidak mengandung lapisan lemak.
                              Organ klitoris, merupakan bagian vagina yang berbentuk tonjolan kecil yang
                         sering kali disebut klentit. Adapun orificium uretra adalah muara saluran kencing yang
                         letaknya tepat di bawah organ klitoris. Di bagian bawah saluran kencing yang
                         mengelilingi tempat masuk ke vagina, terdapat himen yang dikenal dengan nama selaput
                         dara.


                     3. Hormon dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Alat
                         Kelamin

                              Meskipun jenis kelamin suatu organisme sudah dapat ditentukan pada saat
                         fertilisasi, namun alat-alat reproduksi baru terbentuk setelah mencapai usia dua bulan
                         dari proses kehamilan. Proses pematangan fungsi alat-alat kelamin baru terjadi pada
                         masa yang dikenal sebagai masa pubertas.
                              Masa pubertas, yaitu masa suatu gonad (kelenjar kelamin) mulai dapat
                         menghasilkan sel-sel kelamin matang atau gamet, yang Anda kenal sebagai
                         spermatozoa pada pria dan ovum pada wanita. Pria mengalami masa pubertas pada
                         usia 14 - 16 tahun, sedangkan wanita mengalami masa pubertas lebih awal, yaitu
                         pada usia 11 - 14 tahun.
                              Masa pubertas dicirikan oleh terlihatnya ciri-ciri kelamin sekunder yang mulai
                         tampak. Ciri-ciri kelamin sekunder pada pria, yaitu terjadinya perubahan suara,
                         tumbuhnya dada yang bidang, mulai tumbuhnya kumis, jenggot, jambang, atau rambut-
                         rambut di sekitar alat kelamin, sedangkan pada wanita, kelamin sekunder dicirikan
                         dengan suara yang melengking atau tinggi dan halus, terbentuknya payudara,
                         membesarnya pinggul, dan juga tumbuhnya rambut di sekitar alat kelamin.

                     220                                                   Bab 10  Sistem Reproduksi Organisme
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232