Page 249 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 249
c. Sekresi Kulit dan Membran Mukosa
Kulit mampu mensekresikan protein anti mikroba seperti lisosim. Selain itu, kulit
dilengkapi saliva pada daerah mulut, air mata di daerah mata dan sekresi mukosa
pada bagian-bagian lain. Semua sekresi ini mampu mencuci dan merusak dinding sel
bakteri.
2. Garis Pertahanan Kedua
Tidak banyak mikroorganisme yang
mampu melewati garis pertahanan pertama. Jika
mikroorganisme mampu melewati garis
pertahanan pertama ini maka ia akan
berhadapan dengan garis pertahanan kedua.
Pertahanan kedua dilakukan oleh sel-sel
fagositosit, peradangan, dan protein
antimikroba.
Sel-sel fagositosit selalu beredar dalam
jaringan, pembuluh darah dan sistem limfa.
Setelah beredar ke jaringan, sel-sel fagositosit
tidak kembali ke pembuluh darah, tetapi ke
sistem limfa. Sistem limfa merupakan suatu
sistem pembuluh terbuka. Gambar 11.4 di
samping memperlihatkan sistem limfa.
Pembuluh-pembuluh ini membuat simpul pada
Sumber: Encarta, 2004 beberapa tempat seperti lipatan paha, ketiak,
Gambar 11.4 Sistem limfa. Sel-sel
fagositosit dan limfosit dihasilkan di lipatan siku dan leher. Di tempat ini mikroba
sumsum tulang, sedangkan sel T yang menginfeksi tubuh akan dicerna oleh sel
menjadi dewasa di limfa. fagositosis.
a. Fagositosis Sel-sel fagosistosis menelan dan mencerna
(fagositosis) benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
Fagositosis dilakukan oleh sel darah putih. Jenis-jenis
sel darah putih yang dapat melakukan fagositosis
adalah neutrofil, monosit, eosinofil, dan sel pembuluh
alami (natural killer, NK).
Jika sel telah dirusak oleh mikroba maka sel
tersebut akan mengirimkan sinyal kimiawi yang
Sumber: Encarta, 2004 menarik neutrofil untuk datang. Neutrofil akan
Gambar 11.5 Fagositosis oleh memasuki jaringan yang terinfeksi lalu menelan dan
makrofaga. mencerna semua mikroba yang ada.
242 Bab 11 Sistem Imun

