Page 251 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 251

Peradangan jaringan meningkatkan permeabilitas kapiler dan
                                  meningkatkan migrasi sel-sel fagositosit dari kapiler darah ke jaringan. Jaringan
                                  yang meradang juga melepaskan senyawa kemokin yang merupakan sinyal
                                  kimiawi untuk merangsang sel fagositosis mendatangi jaringan.
                                       Dengan masuknya sel-sel fagositosis ke jaringan yang meradang maka proses
                                  perbaikan dimulai. Sel-sel fagositosis segera akan menelan semua sel mikroba
                                  dan juga membersihkan jaringan tersebut dari senyawa yang berbahaya.
                               air dan garam masuk    Peradangan juga mengakibatkan demam karena sel-
                               ke dalam sel       sel leukosit melepaskan senyawa pirogen. Senyawa ini
                                      air dan garam akan merangsang tubuh untuk menaikkan suhu dengan
                                      masuk ke    demikian meningkatkan pertahanan tubuh, menghambat
                                      dalam sel
                                                  pertumbuhan beberapa jenis mikroba, memudahkan
                                                  fagositosis, mempercepat reaksi tubuh, dan mempercepat
                                                  perbaikan jaringan.

                                             2)   Interferon
                                                      Interferon adalah suatu bahan kimia spesifik pada
                                                  setiap spesies yang diproduksi oleh sel yang terkena
                     pembocoran     membran       serangan virus. Interferon mengaktifkan sel-sel yang dekat
                     membran sel    sel mikroba   dengan sel yang telah terkena serangan virus untuk siaga
                     Gambar 11.8 Mekanisme        dan bersiap-siap menghadapi serangan. Dengan adanya
                     perusakan sel mikroba oleh   sinyal interferon ini sel yang telah dihubungi akan melawan
                     protein komplemen.
                                                  semua serangan virus.
                     2. Protein Antimikroba

                              Protein mempertahankan tubuh dengan cara menyerang mikroba secara langsung
                         atau menghambat reproduksinya. Contoh protein yang menyerang mikroba secara
                         langsung adalah lisosim. Seperti yang telah dikemukakan di atas, lisosim mengakibatkan
                         sel mikroba menjadi rusak. Selain itu, protein juga digunakan sebagai sinyal kemotaksis
                         untuk menarik fagositosis mendatangi jaringan yang terserang.

                     C. Mekanisme Pertahanan Spesifik

                              Sistem imunitas spesifik lebih efektif dibandingkan dengan sistem kekebalan
                         nonspesifik dan mempunyai suatu komponen memori yang mempercepat waktu
                         tanggapan ketika penyerbu jenis yang sama ditemui lagi.
                              Imunitas dihasilkan dari produksi antibodi spesifik yang  dikhususkan untuk antigen
                         penyerang. Antigen singkatan dari antibody-generators, merupakan suatu molekul
                         penanda yang terdapat pada permukaan semua jenis sel. Antibodi mengikat antigen
                         dan mematikan atau menonaktifkan mikroba melalui beberapa cara. Kebanyakan
                         antibodi adalah protein atau suatu campuran antara protein dan polisakarida. Antigen
                         dapat merupakan molekul apa saja yang menyebabkan produksi antibodi.

                     244                                                              Bab 11  Sistem Imun
   246   247   248   249   250   251   252   253   254   255   256