Page 250 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 250
Sel induk Jenis sel darah putih lain yang dapat
pluriprotein
Sel induk melakukan fagositosis adalah sel monosit.
limfoid Sel induk Ketika suatu jaringan terinfeksi, sel monosit
mieloid
akan keluar dari saluran darah menuju jaringan
tersebut. Sel monosit kemudian berubah
Basofil menjadi sel makrofaga yaitu sel fagositosis
yang besar. Makrofaga melakukan fungsinya
dengan menjulurkan kaki pseupodia, mengikat
Eosinofil dan menelan mikroba. Di dalam sel makrofaga,
Sel B Sel T mikroba kemudian akan dicerna oleh enzim
Limfosit Monosit Neutrofil lisosom.
Gambar 11.6 Sel fagositosis dan limfosit
berasal dari induk yang sama.
b. Peradangan
Jika mikroba telah merusak jaringan, sel-sel jaringan yang telah rusak
tersebut kemudian akan mengirimkan sinyal. Sinyal pertama adalah histamin yang
mengakibatkan peradangan, sedangkan yang kedua adalah interferon yang akan
menyiagakan sel-sel lain.
1) Histamin
Sinyal yang diberikan oleh sel terinfeksi akan ditangkap oleh sel darah
putih jenis basofil yang kemudian akan melepaskan histamin ke jaringan.
Histamin menyebabkan pembuluh darah prakapilker sekitar jaringan
membesar, sedangkan pembuluh vena mengecil. Dengan keadaan demikian
jaringan mengalami pembengkakan atau peradangan. Mekanisme
peradangan dan perbaikan jaringan dapat dilihat pada gambar berikut.
1) 2) 3)
Gambar 11.7 Respons peradangan sebagai suatu sistem imunitas. 1) ketika kulit ditembus, bakteri
langsung menyerang jaringan. Sel yang terinfeksi melepaskan histamin. 2) histamin merangsang
pembesaran/dibatasi pori prakapiler sehingga fagosit dan cairan keluar menuju jaringan yang
diserang. 3) sel-sel fagosit menelan semua bakteri penyerang dan sel-sel yang telah rusak.
Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI 243

