Page 257 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 257

3                4
                                 1




                                                                                            6




                                         2                              5
                          Keterangan:                                    Sumber: Ilmu Pengetahuan Populer, 2003
                          1. Ketika memasuki tubuh, HIV menyerang sel T (limfosit)
                          2. HIV memasuki sel T
                          3. HIV mematahkan sel T
                          4. Enzim virus mereplikasi RNA menjadi DNA dan bergabung dengan DNA sel T
                          5. HIV berdiam di dalam sel T selama beberapa saat
                          6. Ketika sel T diaktifkan, RNA virus berubah menjadi virus aktif lalu membunuh dan keluar dari sel T
                                                    Gambar 11.12 Infeksi HIV.
                              Ketika sel T yang terkena infeksi diperlukan untuk menanggapi kekebalan, gen
                         virus diaktifkan dan virus bereplikasi, membunuh sel yang terinfeksi  dan mengulang
                         suatu siklus baru pada sel T berikutnya. Secara berangsur-angsur jumlah sel T yang
                         merupakan pemimpin sistem imunitas merosot. Tanggapan sistem imun menjadi
                         berkurang, bahkan kadang tidak berhasil.

                             Rangkuman

                         Untuk melindungi tubuh dari serangam penyakit, tubuh telah dilengkapi dengan sistem
                     pertahanan. Garis pertahanan pertama adalah fisik manusia meliputi kulit dan mukosa yang
                     dihasilkan oleh kulit.
                         Jika mikroba telah menembus garis pertahanan pertama maka dia akan berhadapan
                     dengan garis pertahanan berikutnya. Garis pertahanan kedua meliputi sel-sel fagositosit,
                     respon peradangan, dan protein komplemen.
                         Sel-sel fagositosis merupakan sel-sel darah putih yang telah terspesialisasi membentuk
                     basofil, neutrofil dan sel eosinofil. Sel fagositosis akan memakan setiap mikroba dan
                     membersihkan jaringan dari sisa-sisa serangan.
                         Respon terjadi dengan adanya histamin yang dilepaskan oleh sel basofil. Histamin
                     menyebabkan pembuluh darah di sekitar jaringan yang terinfeksi membengkak, sedangkan
                     vena mengecil. Senyawa lain yang dilepaskan oleh sel yang terinfeksi adalah interferon.
                     Senyawa interferon dikenali oleh sel-sel yang berada di sekitar sel yang terinfeksi agar
                     siaga dan mempertahankan diri dari serangan mikroba.
                         Protein komplemen menyerang langsung sel mikroba dengan membuka membran
                     plasma penyerang. Akibatnya, sel mikroba akan terbuka sehingga air dan garam memasuki
                     sel. Sel mikroba akhirnya menggembung, pecah,  dan mati.

                     250                                                              Bab 11  Sistem Imun
   252   253   254   255   256   257   258   259   260   261   262