Page 14 - mewarna pelangi
P. 14

“Maksud Azman dengan karya-karya mereka?”





                          “Saya  dapati  amat  bermutu  tinggi  dan  orang  yang  berilmu

                   pengetahuan  memang  layak  dipandang  mulia  oleh  semua  manusia.”


                   Saripah macam berpura-pura. Aku telah pun dapat mengagak. Mungkin

                   dia  ingin  mengetahui  dengan  lebih  lanjut  lagi  tentang  tugasku.  Getus


                   hati kecilku.




                          “Melalui karya-karya mereka jugalah saya belajar menulis cerpen.”

                   Aku tidak segan-silu membuat pengakuan.




                          Saripah  mengangguk-angguk  diam.  Mungkin  dia  sudah  berasa


                   berpuas  hati.  Aku  toleh  ke  kiri  kanan.  Pohon-pohon  cemara  yang

                   tumbuh di tepi tebing laut bergoyangan ditiup angin timur.




                          “Adakah Azman menulis berdasarkan pengalaman?”




                          “Benar sekali!”





                          “Pahit dan manis?”



                          “Ya, suka dan duka.”





                                                             14
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19