Page 16 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 16

Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam



            rohani  dan  jasmani  (cukup  sandang,  pangan,  dan  papan)
            yang dijiwai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD
            1945, dan pengamalan ajaran agama. Sehingga, menjadikan
            ayat min atsaris sujûd berarti tertanamnya pengamalan ajaran
            agama dalam kehidupan sehari-hari dengan hiasan moral dan
            akhlâqul karîmah (budi pekerti luhur).
               Hasil perubahan (era reformasi) tersebut saat ini memiliki
            beragam pendapat, tergantung latar belakang dan profesi
            masing-masing, ada yang berpendapat, reformasi ini berhasil
            yang ditandai dengan mudahnya transportasi, informasi, serta
            indahnya berbagai kedudukan dan jabatan yang sebagian
            besar dijabat oleh orang-orang yang menamakan reformis.
            Pada disi lainnya, ada yang memandang gagal yang ditandai
            dengan masih banyaknya angka kemiskinan, maraknya
            kenakalan remaja dan orang tua, maraknya korupsi, kolusi,
            dan nepotisme. Parahnya, justru ada indikasi mulai menjalar
            hingga ke daerah-daerah, bahkan rakyat itu sendiri.
               Pemilu—sebagai bagian reformasi di bidang politik dan
            kepemimpinan, dianggap masih penuh sarat dengan industri
            rakyat. Siapa yang memiliki uang dan mampu membagikannya
            kepada rakyat, maka dia yang terpilih. Atau, rakyat sendiri
            yang mencari-cari dan menunggu pembagian dari para calon
            yang mampu memberikan uang. Belum lagi pengangkatan
            jabatan dan kedudukan di berbagai daerah yang sarat dengan
            aroma dendam, kolega, keluarga, pendukung, dan tisu (tim
            sukses). Itu semua mengenyampingkan kompetensi dan sikap
            profesionalisme, sebab tidak ada analisis yang jelas dalam
            penempatan tugas dan jabatan.
               Tidak hanya itu, kemajuan arus informasi dan teknologi
            yang mendorong percepatan informasi dan kemudahannya,
            terkadang juga menimbulkan persepsi yang negatif. Hampir
            seluruh peristiwa  tidak luput  dari pemberitaan,  mulai dari



         14
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21