Page 17 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 17
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
politikus, artis, pembunuhan, pemerkosaan, korupsi, dan ka-
sus-kasus heboh lainnya. Ironisnya, kejadian-kejadian yang
menunjukkan kebaikan, perbaikan, dan kemajuan hasil-hasil
yang diperoleh anak bangsa hanya menjadi sisipan berita. Sisi
positifnya, hal ini menjadi pelajaran untuk perbaikan, namun
jika dilihat dari kalangan tertentu dan anak-anak yang belum
mampu menyerap arus informasi, maka akan memengaruhi
pertumbuhan dan kedewasaannya.
Akibatnya, dekadensi moral akhir-akhir ini cukup
menyeruak, bagaimana tidak, setiap hari kita tidak luput dari
berita tentang pembunuhan, pemerkosaan, video mesum, dan
berita artis yang tidak segan-segan berpelukan dan berciuman
di depan kamera dengan pakaian yang minim, sedangkan
benteng moral hanya diberikan melalui ceramah pagi yang
menjadi sisipan dan itu pun jarang ditonton.
Ironisnya, kebanyakan kesalahan dekadensi moral ini ditu-
jukan kepada pemangku agama dan pendidikan agama, yang
dianggap tidak mampu memberikan pencerahan dan mem-
bendungnya. Bahkan, cenderung diadu domba tanpa diberi-
kan ruang dan anggaran untuk perbaikan dan pembangunan
mental agama.
Jika dicermati lebih dalam, ketika moral bangsa ini baik
(dengan mengamalkan ajaran agamanya), otomatis reforma-
si ini akan sukses. Sebab, dengan moral yang baik dan pe-
ngamalan ajaran agama yang benar, orang akan malu untuk
berbuat yang tidak baik. Mereka malu untuk mencuri, meng-
hina, menghujat, korupsi, berbuat yang tidak semestinya, ser-
ta mengambil yang bukan haknya, dan seterusnya.
Dengan kondisi yang demikian, maka dorongan untuk
giat membangun, beribadah, bekerja, dan amar ma’ruf nahi
mungkar akan terus meningkat serta melekat menjadi jiwa
manusia Indonesia yang diharapkan.
15

