Page 20 - TULIS AKSI LEWAT LITERASI
P. 20
Luluh Lantakkan Korupsi Dengan Revolusi Mentalitas Bangsa
Anisyah Al Risky
Korupsi merupakan santapan sehari-hari masyarakat Indonesia mulai
kalangan atas hingga kalangan bawah. Korupsi sering terucap, terdengar,
dan terlihat oleh seluruh kalangan masyarakat di media sosial. Politik,
gratifikasi, uang (suap), dan KKN memiliki relasi yang saling
berkesinambungan dengan kata “korupsi”. Korupsi menjadi masalah pelik
dan bahaya laten yang harus segera ditangani oleh kalangan masyarakat
Indonesia disebabkan kondusi keuangan Negara yang tergrogoti habis oleh
praktik korupsi pejabat Negara. Retorika yang disebarkan pemerintah
semata hanya sebagai kedok untuk menutupi praktik tercela ini. Bila dikaji
lebih lanjut, kasualitas korupsi di Indonesia, sudah dapat dipastikan hanya
sebagai keuntungan para elite politik dan hanya “menjeblokkan”
perekonomian Indonesia dikancah Internasional.
Korupsi sudah menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia, dapat
diketahui dari fakta kontekstualnya di berbagai Instansi pemerintah dan
swasta. Hal ini tak bisa dipungkiri, kebanyakan kebiasaan masyarakat
Indonesia sudah melakukan korupsi kecil-kecilan seperti “gratifikasi” yang
sudah mereka lakukan sejak dini bahkan turun temurun dari nenek
moyangnya. Perilaku korupsi yang ada dibenak mereka disebabkan oleh
kurangnya pendidikan moral dan penyuluhan pemerintah tentang korupsi.
Padahal, sudah jelas korupsi itu melanggar norma agama dan norma yang
sudah berlaku di masyarakat. Secara umum, tindak korupsi di Indonesia juga
dapat disebabkan oleh rendahnya penerapan nilai dan norma saat duduk
di bangku sekolah. Pelajaran tentang ilmu kewarganegaraan sering
dianggap angin lalu, sikap pelajar yang meremehkan karena dianggap
hanya sebagai pelengkap. Sikap pelajar masa kini dapat dibuktikkan
dengan perilaku mereka yang acuh terhadap situasi korupsi yang genting di
negeri tercinta.
Di Era Modern dengan Generasi Millineal, korupsi masih mendarah
daging dengan roda tata kepemerintahan Republik Indonesia, namun di
pihak lain seperti sebagian pemerintah masih menerapkan perilaku jujur.
Kita masih banyak mendapati aktivis mahasiswa yang mencanangkan
antikorupsi, rakyat yang mendukung pemimpin untuk reformasi yang nyata
(bukan hanya janji-janji tetapi dibutuhkan pemimpin yang mampu
bertanggungjawab untuk mewujudkan mimpi dan keinginan rakyatnya), dan
masih ada badan yang bertugas memberantas korupsi. Walaupun,

