Page 21 - TULIS AKSI LEWAT LITERASI
P. 21
Indonesia memiliki latar historis dengan perilaku korupsi yang masih
dilakukan sampai saat ini, akan tetapi masyarakat mendukung dan
semangat untuk memberantas korupsi. Semangat pemberantasan korupsi
yang ada dibenak masyarakat mulai nampak pada peringatan hari
Antikorupsi Sedunia. Hari antikorupsi diperingati setiap tahunnya pada
tanggal 9 Desember. Negara dengan usahanya, selalu memberantas
korupsi melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik
Indonesia.
Selain itu, hal yang mendukung bangsa ini untuk perubahan yang
lebih baik lagi yaitu dengan “gerakan revolusi mental”. Dalam kehidupan
sehari-hari, praktik revolusi mental sudah membudaya di kalangan
masyarakat. Revolusi mental adalah suatu gerakan yang mengubah bangsa
ini menjadi baik lagi, mempunyai manusia yang berhati suci, berkemauan
baja, bersemangat elang rajawali, dan berjiwa api yang menyala-nyala.
Bukti konkrit dari revolusi mental adalah manusia yang berintegritas, mau
bekerja keras, dan selalu gotong royong.
Revolusi mental pernah dilontarkan oleh Presiden Ir. Soekarno sejak
peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Revolusi mental yang
mereka lakukan adalah “perjuangan fisik”, perang melawan penjajah dan
sekutunya. Kita juga masih menerapkan revolusi, namun dalam arti yang
berbeda. Bukan mengangkat senjata, tetapi membangun jiwa bangsa.
Membangun jiwa bangsa yang merdeka, mengubah cara pandang,
sikap, perilaku mereka agar berorientasi pada kemajuan bangsa, dan
mewujudkan visi misi Indonesia untuk dapat menjadi negara besar yang
mampu bersaing dengan negara lainnya. Hal ini dapat diwujudkan sebagai
ide dasar yang memumpuni hasil pemilu atas terpilihnya Presiden Joko
Widodo. Jiwa bangsa yang terpenting adalah jiwa merdeka, jiwa
kebebasan untuk dapat meraih kemajuan bangsa. Jiwa yang dimiliki
Presiden Jokowi disebut jiwa “Positivisme”. Walaupun begitu, Indonesia
masih mengalami tiga masalah pokok besar yaitu merosotnya jiwa atas
kemajuan bangsa, merebaknya praktik korupsi, dan menurunnya
perekonomian Indonesia. Namun beliau tidak lengah /segan mengajak
rakyatnya mulai dari aparat Negara, masyarakat kalangan atas dan
kalangan bawah untuk membangun jiwa bangsa yang memiliki rasa gotong
royong, berintegritas jujur pada aktivitas/pekerjaan, dan kerja keras
menyongsong masa depan Indonesia yang cemerlang.

