Page 211 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 211

194                                                 Anatomi Fisiologi


              k.  Fovea centralis, daerah di retina yang paling  tinggi resolusinya untuk
                  mendapatkan sinar yang masuk ke mata
              l.  Optic  Nerve  adalah  saraf  mata  yang   menhantarkan  sinar  ke  otak
                  untuk di terjemahkan sebagai penglihatan yang kita lihat saat ini.
              m.  Makula  Lutea.  Makula  lutea  adalah  area  oval  yang  berwarna
                  kekuningan, dan pada bagian ini hanya terdapat sel kerucut (sel konus)
                  dan merupakan titik penglihatan paling sempurna.
















                                    Gambar 11.2: Bola Mata

              2.  Fisiologi  Mata  Mata  adalah  salah  satu  panca  indra  manusia  yang
                  berfungsi sebagai indra penglihat. Selanjutnya akan dijelaskan tentang
                  proses penglihatan dan ketajaman penglihatan serta sistem kelenjar air
                  mata yang berfungsi memproduksi air mata.
                  a.  Proses Penglihatan. Proses penglihatan diawali dari adanya cahaya
                     yang masuk ke dalam mata dan karena adanya sifat benda yang
                     memantulkan  cahaya.  Melalui  proses  pengolahan  oleh  organ-
                     organ  indra  penglihatan,  sinar  yang  masuk  dan  benda  yang
                     memantulkan sinar dapat terlihat oleh mata.
                  b.  Ketajaman   penglihatan   (visus).   Pemeriksaan   ketajaman
                     penglihatan  (visus)  merupakan  pemeriksaan  fungsi  mata.
                     Ketajaman  penglihatan  dapat  diukur  dengan  kartu  Snellen,  bila
                     huruf terbesar pada kartu Snellen tetap tidak dapat terbaca jelas
                     maka  dilakukan  uji  hitung  jari,  bila  penglihatan  masih  kurang,
                     dilakukan  pemeriksaan  lambaian  tangan  dan  jika  penglihatan
                     masih berkurang juga dilakukan pemeriksaan proyeksi sinar. Hasil
   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216