Page 206 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 206
Bab 10 Anatomi Fisiologi Sistem Integumen 189
10.6.4 Sensasi
Reseptor sensori terdiri atas ujung saraf di lapisan dermis yang peka terhadap
sentuhan, tekanan, suhu atau nyeri. Stimulasi membangkitkan inpuls saraf di
saraf sensoris yang dihantarkan ke korteks serebri, sebagian area yang memiliki
reseptor sensoris lebih banyak daripada area lainnya menyebabkan area tersebut
sensitive (peka) missal pada bibir dan ujung jari.
10.6.5 Ekskresi dan Absorpsi
Kulit mempunyai Fungsi absorpsi yang terbatas, materi tertentu yang larut
dalam lipid dapat menembus kulit. Materi tersebut termasuk vitamin larut lemak
(A, D, E, dan K), obat-obatan tertentu, serta gas oksigen dan karbon dioksida.
Materi toksik yang dapat diabsorpsi melalui kulit meliputi pelarut organic
seperti aseton dan karbon tetrachloride; garam logam berat seperti timah,
merkuri dan arsen. Steroid topical yang dioleskan di kulit seperti kortison, larut
dalam lemak sehingga mudah masuk ke dalam regio papilaris dermis. Obat-
obatan tertentu yang diabsorpsi oleh kulit dapat diberikan dengan menempelkan
patch perekat pada kulit.
Kulit merupakan organ ekskresi minor bagi sebagian zat, meliputi: natrium
klorida dalam keringat; urea, khususnya pada saat fungsi ginjal terganggu;
substansi aromatik, misalnya bawang putih dan rempah-rempah lainnya.
10.6.6 Sintesis Vitamin D
Substansi berbahan dasar lipid di kulit adalah 7-dehidrokolesterol dan sinar
ultraviolet dari matahari mengubahnya menjadi vitamin D. substansi ini beredar
di darah dan digunakan bersama kalsium dan fosfat, dalam pembentukan dan
pemeliharaan tulang. (Waugh and Grant, 2017) (Saladin, 2018) (Marieb and
Keller, 2021)

