Page 218 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 218

Bab 11 Anatomi Dan Fisiologi Sistem Panca Indera              201


              2.  Persyarafan pada hidung
                  Bagian  depan  dan  atas  rongga  hidung  mendapatpersarafan  sensoris
                  dari nervus etmoidalis anterior, yang merupakan cabang dari nervus
                  nasosiliaris, yang berasal dari nervus oftalmikus. Saraf sensoris untuk
                  hidung terutama berasal dari cabang oftalmikus dan cabang maksilaris
                  nervus  trigeminus.  Cabang  pertama  nervus  trigeminus  yaitu  nervus
                  oftalmikus  memberikan  cabang  nervus  nasosiliaris  yang  kemudian
                  bercabang  lagi  menjadi  nervus  etmoidalis  anterior  dan  etmoidalis
                  posterior  dan  nervus  infratroklearis.  Nervus  etmoidalis  anterior
                  berjalan  melewati  lamina  kribrosa  bagian  anterior  dan  memasuki
                  hidung bersama arteri etmoidalis anterior melalui foramen etmoidalis
                  anterior, dan disini terbagi lagi menjadi cabang nasalis internus medial
                  dan  lateral.  Rongga  hidung  lainnya,  sebagian  besar  mendapat
                  persarafan  sensoris  dari  nervus  maksila  melalui  ganglion
                  sfenopalatinum.  Ganglion  sfenopalatina,  selain  memberi  persarafan
                  sensoris, juga memberikan persarafan vasomotor atau otonom untuk
                  mukosa hidung. Ganglion ini menerima serabut serabut sensorid dari
                  nervus maksila.Serabut parasimpatis dari nervus petrosus profundus.
                  Ganglion sfenopalatinum terletak dibelakang dan sedikit di atas ujung
                  posterior  konkha  media  Nervus  Olfaktorius  turun  melalui  lamina
                  kribosa  dari  permukaan  bawah  bulbus  olfaktorius  dan  kemudian
                  berakhir pada sel-sel reseptor penghidu pada mukosa olfaktorius di
                  daerah sepertiga atas hidung.
              3.  Fisiologi Hidung atau Mekanisme Pembau Hidung memiliki fungsi
                  sebagai indra penciuman (pembau) karena di dalam hidung terdapat
                  saraf-saraf  olfaktori,  yang  memproses  impuls  atau  rangsangan  bau
                  dalam bentuk gas untuk sampai ke otak.
              4.  Mekanisme Kerja Penciuman / Pembau
                  Reseptor Pembau adalah komoreseptor yang dirangsang oleh molekul
                  –molekul larutan dalam cairan hidung. Reseptor pembau merupakan
                  reseptor jauh (tele reseptor) karena lintasan pembauan tidak memiliki
                  hubungan dalam thalamus dan tidak terdapat di daerah proyeksi pada
                  neocortex penciuman
   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222   223