Page 80 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 80
Bab 5 Anatomi Fisiologi Sistem Persyarafan 63
Gambar 5.1: Organisasi sistem saraf. Sumber: Chalik .(2016).
Organisasi Sistem saraf dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama.
Pertama adalah sistem saraf pusat (SSP), yang merupakan pusat kontrol untuk
seluruh sistem dan pusat integrasi saraf tubuh. Ini terdiri dari otak dan sumsum
tulang belakang. Menerima informasi yang masuk (impuls saraf), analisis dan
mengorganisasikannya, dan memulai tindakan yang tepat. Semua sensasi tubuh
dan perubahan lingkungan eksternal kita harus disampaikan dari reseptor dan
organ perasa ke SSP untuk ditafsirkan (apa yang mereka maksud). Dan
kemudian, jika perlu, bertindak atas (seperti menjauh dari sumber rasa sakit atau
bahaya ). Kategori utama kedua adalah sistem saraf tepi (SST).
Alur informasi pada sistem saraf dapat dipecah secara skematis menjadi tiga
tahap. Satu stimulus eksternal atau internal yang mengenai organ-organ sensorik
akan menginduksi pembentukan impuls yang berjalan ke arah susunan saraf
pusat (SSP) (impuls afferent), terjadi proses pengolahan yang komplek pada
SSP (proses pengolahan informasi) dan sebagai hasil pengolahan, SSP
membentuk impuls yang berjalan ke arah perifer (impuls efferent) dan
memengaruhi respons motorik terhadap stimulus (Bahrudin,2013).
5.4 Tinjauan Anatomi Fisiologi Sistem
Saraf
Otak merupakan organ paling besar dan paling kompleks pada sisem saraf. Otak
terdiri atas lebih dari 100 miliar neuron dan serabut saraf terkait. Jaringan otak
memiliki konsistensi seperti galatin. Organ semisolid ini memiliki berat 1.400 g
( sekitar 3 pon) pada orang dewasa (Black & Hawks, 2014). Otak juga

