Page 329 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 329
terlepas dari kaitannya dengan bank. Bank akan mempercayai perusahaan
daerah jika bentuk laporan keuangannya akuntabel dan transparan. Hubungan
antara perusahaan daerah dengan bank terutama dalam kaitan dengan sumber
dana dan transaksi keuangan lainnya termasuk pembayaran dan tabungan
didasarkan pada transparansi dan akuntabel. Bank akan mempermudah
perusahaan daerah jika perusahaan daerah menerapkan nilai-nilai GCG untuk
dapat menyimpan uang, transfer, membayar rekening listrik, air telepon
ataupun pembayaran lainnya.
Undang-undang RI nomor 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998
tentang perbankan, mendefinisikan bank sebagai badan usaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-
bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Sebagaimana diatur dalam undang-undang, bank memiliki fungsi
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan. Dalam hal ini
bank bertindak sebagai lembaga intermediasi atau lembaga perantara untuk
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan, giro maupun
deposito berjangka. Selanjutnya, bank menyalurkan dana tersebut pada pihak-
pihak yang kekurangan dan membutuhkan dana melalui pinjaman atau kredit
pada bank. Kredit tersebut dapat berupa kredit investasi, kredit modal kerja
ataupun kredit konsumsi
Besarnya bunga kredit sangat dipengaruhi oleh besarnya bunga simpanan.
Semakin besar bunga simpanan, maka semakin besar pula bunga pinjaman.
Bunga simpanan sangat dipengaruhi besar kecilnya bunga pinjaman, juga
dipengaruhi oleh keuntungan yang diambil, biaya operasi yang dikeluarkan,
cadangan risiko kredit macet, pajak serta pengaruh lainnya.
2. Kemitraan Bank dan Perusahaan Daerah
2.1 Jenis-Jenis Bank
Perusahaan daerah dapat menilai kemitraan dari berbagai jenis bank untuk
mendapat pendanaan. Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998
membagi bank kedalam beberapa jenis, yakni :
305

