Page 349 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 349
BAB X
PENGENDALIAN RISIKO
Tulisan awal dan tertua terkait manajemen risiko ditemukan pada Piagam
Hammurabi (Codex Hammurabi), yang ditulis pada tahun 2100 sebelum
masehi. Piagam Hammurabi mencantumkan peraturan bagi pemilik kapal
dapat meminjam uang untuk membeli kargo; namun bila dalam perjalanan
kapalnya tenggelam atau hilang, ia tidak perlu mengembalikan uang pinjaman
tersebut. Periode ini disebut sebagai zaman pertama manajemen risiko,
dimana perusahaan hanya melihat risiko non-entrepreneurial (seperti
misalnya keamanan).
Periode kedua manajemen risiko terjadi pada tahun 1970-an dan 1980-an
yang merupakan periode kedua manajemen risiko dimana perusahaan-
perusahaan asuransi mulai berusaha mendorong pengusaha untuk benar-benar
menjaga barang yang diasuransikan. Sadgrove, Kid. (2005). Pada masa ini
juga lahir konsep jaminan mutu (quality assurance) yang menjamin setiap
produk memenuhi spesifikasi standarnya. Konsep ini dipopulerkan oleh
British Standards Institution yang meluncurkan standar kualitas BS 5750
pada tahun 1979.
Pada tahun 1993, James Lam diangkat menjadi Chief Risk Office, yang
merupakan jabatan CRO pertama di Dunia. Pada era tahun 1980 manajemen
Risiko mulai dikembangkan pada bidang keselamatan dan kesehatan kerja
pada era tahun 1980-an diawali dengan teori accident model bersamaan
dengan semakin maraknya isu kesehatan.
Tujuan dari manajemen risiko adalah meminimalisasi kerugian dan
meningkatkan kesempatan ataupun peluang. Bila dilihat terjadinya kerugian
dengan teori accident model dari International Loss Control Institute (ILCI),
dimana manajemen risiko melindungi individu dan organisasi dari kerugian,
atau mencegah terjadinya kerugian akibat ‘accident’.
325

