Page 377 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 377

2)  Semakin  tinggi  risiko  yang  kita  hadapi  maka  semakin  tinggi  tingkat
                    pengembalian.
               3)  Meningkatnya  keputusan  investasi  melalui  penempatan  aset  yang  kita
                    alokasikan melalui keputusan investasi maka, semakin tinggi pula tingkat
                    risiko yang timbul dari keputusan investasi tersebut.
               4)  Kondisi linear hanya terjadi pada pasar yang bersifat normal.




















                           Gambar 10.2. Hubungan Risiko dan Tingkat Pengembalian
                   Sumber :  Farrel, James L. 1997 “Portfolio Management : Theory and Application”,
                                       Mc.Graw- Hill, Singapore, hal. 11.


                    Menurut  Paul  L.  Krugman  dan  Maurice  Obstfeld,  bahwa  pada
               kenyataannya,  seorang  investor  yang  netral  terhadap  risiko  cenderung
               mengambil posisi agresif maksimum. Ia akan membeli sebanyak mungkin aset
               yang  menjanjikan  hasil  tinggi  dan  menjual  sebanyak  mungkin  aset  yang
               hasilnya lebih rendah. Perilaku inilah yang menciptakan kondisi paritas suku
               bunga.

                    Adapun karakteristik  tersebut  secara umum dapat  dibagi  menjadi  tiga,
               yaitu :

               1)  Takut pada risiko (risk avoider). Pada karakteristik ini dimana sang
                    decision  maker  sangat  hati-hati  terhadap  keputusan  yang  diambilnya
                    bahkan  ia  cenderung  begitu  tinggi  melakukan  tindakan  yang  sifatnya



                                                   353
   372   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382