Page 374 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 374

“Manajemen risiko adalah sebuah cara yang sistematis dalam memandang
               sebuah risiko dan menentukan dengan tepat penanganan risiko tersebut. Ini
               merupakan  sebuah  sarana  untuk  mengidentifikasi  sumber  dari  risiko  dan
               ketidakpastian,  dan  memperkirakan  dampak  yang  ditimbulkan  dan
               mengembangkan  respon  yang  harus  dilakukan  untuk  menanggapi  risiko
               (Uher, 1996)”. Sedangkan dalam pandangan saya tujuan manajemen risiko,
               antara lain :

               a)  Mencegah perusahaan dari kerugian dalam proses pencapaian tujuan yang
                    telah dilaksanakan perusahaan.

               b)  Tindakan  manajemen  melalui  metode-metode  sistematis  dan  terukur
                    untuk  mengurangi  risiko  kerugian,  menciptakan  efisiensi  melalui
                    pengelolaan risiko untuk mencapai keunggulan bersaing.




               5.2  Manfaat Manajemen Risiko bagi Perusahaan Daerah

                    Manfaat bagi perusahaan daerah adalah untuk mengantisipasi kerugian-
               kerugian di masa  yang akan datang akibat pengaruh eksternal dan internal
               perusahaan.  Saya  juga  mengutip  apa  yang  dikatakan  Moke  dan  Darmawi.
               Menurut  Moke  (1996)  penerapan  manajemen  risiko  di  perusahaan  dapat
               bermanfaat sebagai berikut :

               a.  Mengambil keputusan dalam menangani masalah-masalah yang rumit.
               b.  Memudahkan  estimasi biaya.
               c.  Memberikan    pendapat  dan  intuisi  dalam  pembuatan  keputusan  yang
                    dihasilkan dalam cara yang benar.
               d.  Memungkinkan bagi para pembuat keputusan untuk menghadapi risiko
                    dan ketidakpastian dalam keadaan yang nyata.
               e.  Memungkinkan bagi para pembuat keputusan untuk memutuskan berapa
                    banyak informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah.
               f.  Meningkatkan  pendekatan  sistematis  dan  logika  untuk  membuat
                    keputusan.
               g.  Menyediakan pedoman untuk membantu perumusan masalah.
               h.  Memungkinkan analisis yang cermat dari pilihan-pilihan alternatif.







                                                   350
   369   370   371   372   373   374   375   376   377   378   379