Page 48 - Majalah Aceh TRANSit Edisi Khusus KMP Aceh Hebat
P. 48
Kotak Hitam
Kacamata Kuda *)
K Sekitar abad ke-13-an, bangsa-bangsa di Eropa telah atau saling mengumpat satu sama lain, semua yang dilakukan saat ini
menjadi gambaran bagi kehidupan yang mendatang.
menggunakan kereta kuda sebagai alat transportasi yang
diandalkan, pada awalnya hanya mampu dimiliki oleh kaum
bangsawan yang mapan. Begitu pun, Kerajaan Romawi sering Legacy dapat berwujud dalam bentuk apapun, dari hal yang sepele bak
menggambarkan tingkatan “kasta” seseorang terlihat dari kereta kuda ucapan atau umpatan hingga hal yang luar biasa. Seperti halnya “arti
yang ditumpangi, dapat juga berfungsi sebagai pendukung perang sebuah nama”, apakah akan pantas dikenang atau harus dilupakan,
yang merupakan simbol kegagahan dan kemenangan. Kereta yang Nama bagaikan doa dari sebuah “karya” akan menjadi gaung yang terus
dihela kuda ini terus dikembangkan dengan rancangan khusus untuk meresonansi, karena sebuat nama yang disematkan untuk menciptakan
membawa penumpang atau barang dengan kabin yang nyaman. kesuksesan perubahan pada peradaban.
Kesuksesan sebuah tim dalam menciptakan “mahakarya” juga tidak
Salah satu dari perkembangan kebutuhan kereta kuda dalam
“bertransformasi” agar lebih gesit dan lincah. Desakan pengguna terlepas dari sosok kepemimpinan. Karena, seorang pemimpin sejati
transportasi, pengembang kereta kuda berpikir dan berjuang sekuat pembawa “tongkat” estafet perubahan, arah roda dan kemudi perusahaan,
tenaga hingga melahirkan istilah coupe, kereta kuda yang lebih kecil dibawa bergerak ke arah puncak atau malah menuruni lembah,
dan juga lebih ringan meskipun beroda empat dengan kapasitas dua semuanya dalam kendali seorang pemimpin. ditangannya tongkat yang
penumpang. Dari sinilah industri otomotif “merintis” mobil sport dipegang lebih berat, karena ujian akhir dari seorang pemimpin adalah
mewah tipe coupe yang hanya memuat dua penumpang. Kemewahan bagaimana ia meyakinkan orang lain untuk melanjutkan apa yang telah
dan kecanggihan yang ditawari oleh mobil coupe menjadi gambaran dilakukannya dan mengikuti jejaknya. Semua ide dan keberhasilan akan
dalam “kasta” ukuran keberhasilan pada saat ini. sirna jika tidak ada orang lain yang melanjutkan misinya. Ibarat seorang
pelari estafet yang tidak tahu harus memberikan kepada siapa tongkat
Perkembangan demi perkembangan terus mengubah wajah tersebut. Orang mengenang pemimpin karena kredibilitas, pengaruh
transportasi dari kereta kuda, kenderaan bermesin uap, sampai dan “integritas”.
semua penyempurnaannya hingga saat ini. Sejarah perkembangannya
merupakan sebuah “legacy” dari pendahulu yang dinikmati dan Kata Simon Sinek melalui penanya, ideologi yang terpenting dalam
dinilai menjadi simbol kesuksesan dari sebuah “karya” menakjubkan. membangun sebuah keajaiban adalah “integritas” yang membuat kita
Sebuah penemuan memang tidak terwujud dalam sekejap mata, akan percaya satu sama lain. kepercayaan yang dijaga oleh seorang pemimpin
tetapi dibayar dengan kerja keras yang berlanjut dari satu generasi menciptakan kultur yang baik bagi lingkungannya serta mendorong
ke generasi berikutnya, semangat dari misi mendekatkan yang jauh keputusan seorang leader dalam menyelamatkan pasukannya. Namun
untuk mempermudah aksesibilitas, sehingga saling terhubung satu yang terpenting adalah, “Kepercayaan dibangun hanya dengan
sama lain dengan mudah. mengatakan kebenaran”.
Kita semua meninggalkan jejak di tempat “karya” dimulai dan
Felix Adamson, penulis buku bertajuk Legacy : Hidup Berguna,
Mati Mulia mengaksarakan bahwa kita mungkin belum tersadar diselesaikan. Selayaknya, Musisi akan meninggalkan musiknya, penulis
bahwa kemudahan yang kita rasakan saat ini merupakan kebaikan akan meninggalkan bukunya, penyair akan meninggalkan kata-kata
dan “legacy” pendahulu kita. Seperti lari estafet, “tongkat” estafet indahnya. Setiap tindakan dan perkataan akan menjadi legacy, banyak
harus diserahkan untuk pelari berikutnya. Sekarang, giliran kita orang yang hebat melakukan perbuatan maupun perkataannya telah
berlari membawa tanggung jawab melakukan yang terbaik untuk meninggalkan kesan mendalam, hal inilah yang senantiasa dikenang
menyerahkan sebuah legacy yang akan dikenang anak cucu dan dari generasi ke generasi. Persis yang dikatakan Kahlil Gibran, “Kata-
orang sekitar. Jika tidak, mungkin kita hanya sekedar lewat di dunia kata tidak mengenal waktu. Kamu harus mengucapkannya atau
ini dengan “datang tak menggenapi, pergi tak mengganjilkan!”. menuliskannya dengan menyadari akan keabadiannya”.
Pepatah lain pun berkata, apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai.
Hari ini, kitalah yang akan memilih peradaban ke depan, kita akan
memberi sedikit ”inspirasi” atau kenangan buruk, semua pilihan Pertanyaan bagi diri kita sendiri, sumbangsih seperti apa yang telah kita
ada di tangan kita sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan berikan meski untuk sebuah perubahan kecil bagi lingkungan sekitar kita,
untuk meninggalkan legacy. Bisa jadi tindakan atau bahkan ucapan Kita tahu bahwa kereta kuda telah menginspirasi penciptaan dan menjadi
yang terdengar sepele dapat menggerakkan suatu perubahan besar. “mahakarya” dalam kelompoknya, sehingga pengembangannya berabad
“karya” sederhana yang baik nan bermanfaat atau sumpah serapah kemudian telah me-legacykan transportasi yang menyejahterakan, pada
yang menyakiti. saat semua pekerja keras di masa lalu sudah tidak lagi menikmatinya.
Apalagi, zaman yang serba digital saat ini, sebuah “perkataan” di
media sosial akan terekam jejak digitalnya. Pada masanya, kata- *) Mohon maaf, seharusnya judul tulisan ini “Kereta Kuda”
kata ini akan menjadi legacy bagi generasi, mereka akan mencontoh
apa yang menjadi “integritas” saat ini, saling menyatukah mereka
Junaidi Ali
48 ACEH TRANSIT

