Page 3 - Senbud
P. 3
Cetakan dalam seni grafis dibuat dari permukaan sebuah bahan, yang umum
digunakan adalah plat logam (tembaga atau seng) biasanya untuk etsa/engraving,
kemudian batu untuk litografi, dan papan kayu untuk cukil kayu (woodcut) dan lain-
lain. Tiap-tiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan
sebuah salinan. Karya-karya yang dicetak dari sebuah plat menjadikan sebuah edisi,
pada masa seni rupa modern,masing-masing karya ditandatangani dan diberi nomor
untuk menandai bahwa karya seni tersebut adalah edisi terbatas.
Cap-cap tangan dan gambar binatang masa prasejarah di Goa Leang-leang Di
daerah Sulawesi (masa pra sejarah).
Gunung Fuji,cukilan kayu Melancholia I", engraving
Karya Katsushika Hokusai Karya Albrecht Dürer, seniman grafis.
(masa modern) (masa modern)
D. Media dalam seni grafis
Seniman grafis berkarya menggunakan berbagai macam media dari yang
tradisional sampai yang kontemporer. Diantara media yang digunakan ada tinta
berbasis air, cat air, tinta berbasis minyak, pastel minyak, dan pigmen padat yang
larut dalam air seperti crayon Caran D‟Ache.
Kemudian diperlukan juga media dalam bentuk bahan dan alat yang digunakan
dalam proses pembuatan suatu karya seni grafis. Media dalam seni grafis biasanya
berbentuk cetakan yang dibuat dari permukaan sebuah bahan. Karya grafis dibuat di
atas permukaaan yang biasa disebut dengan Plat.
Bahan-bahan yang umum digunakan dalam pembuatan seni grafis antara lain
sebagai berikut:
1. Plat logam seperti: tembaga,seng untuk etsa
2. Batu untuk litografi (lembaran linoleum)

