Page 4 - Senbud
P. 4
3. Papan kayu untuk woodcut/cukil kayu
4. Lembaran kaca akrilik
Selain media seperti di atas, ada juga bahan yang dapat digunakan sebagai
cetakan yang berasal dari bahan alami lainnya seperti kentang, wortel dan
beberapa jenis bahan alami lainnya.Bahan tersebut dibentuk ada permukaan
yang ditimbulkan sebagai bagian yang terkena tinta atau cat. Bahan ini termasuk
cetak tinggi.
E. Teknik Seni Grafis
Dalam proses cetak-mencetak ada beberapa prinsip dasar teknik mencetak.
Prinsip dasar seni grafis berdasarkan pada perbedaan klisenya dikategorikan
menjadi beberapa macam yaitu sebagai berikut:
1. Cetak Tinggi/Timbul (relief print) disebut juga raised printing yang berarti
cetak timbul yaitu cetakan yang memiliki permukaan yang timbul, permukaan
tersebut merupakan sarana atau tempat yang akan diberi warna, klise dibuat
tinggi rendah bagian yang tinggi akan terkena tinta, jadi bagian yang mempunyai
permukaan yang tinggi akan dilumuri dengan tinta cetak dan rol karet, sehingga
akan membentuk gambar yang sesuai dengan cetakannya.
Hasil cetak tinggi/timbul ada 3 macam yaitu:
a. Cetakan positif artinya gambar berwarna tinta yang digunakan dengan dasar
warna putih sebagai bidang cetak yang digunakan
b. Cetakan negatif artinya gambar berwarna dasar bidang cetak warna putih
dengan dasar tinta yang digunakan warna hitam
c. Cetak kombinasi artinya kedua jenis cetakan tersebut hadir pada satu karya.
Dalam relief print ada juga yang dinamakan dengan cukil kayu yaitu salah satu
teknik cetak relief, yang merupakan teknik seni grafis paling awal, dan
merupakan satu-satunya yang dipakai secara tradisional di Asia Timur.
Kemungkinan pertama kali dikembangkan sebagai alat untuk menciptakan pola
cetak pada kain, dan pada abad ke-5 dipakai di Tiongkok untuk mencetak teks
dan gambar pada kertas.
Teknik cukil kayu di atas kertas dikembangkan sekitar tahun 1400 di Eropa,
dan beberapa waktu kemudian di Jepang. Di dua tempat ini, teknik cukil kayu
banyak digunakan untuk proses membuat gambar tanpa teks. Seniman membuat
skets terlebih dulu pada sebidang papan kayu, atau di kertas yang kemudian
ditransfer ke papan kayu. Tradisionalnya, seniman kemudian menyerahkan
rancangannya ke ahli cukil khusus, yang menggunakan peralatan tajam untuk
mencukil bagian papan yang tidak akan terkena tinta.
Bagian permukaan tinggi dari papan kemudian diberi tinta dengan
menggunakan roller, lalu lembaran kertas, yang mungkin sedikit lembap, ditaruh
di bawah papan. Kemudian papan digosok dengan baren (alat yang digunakan
di Jepang) atau sendok, atau melalui alat press. Jika memakai beberapa warna,
papan yang terpisah dipakai untuk tiap warna.

