Page 5 - JURNAL REFLEKSI MODUL 1
P. 5

mengkerdilkan fisik dan mentalnya seseorang, punisment itu untuk self correct. Anak itu
              sadar diri. Harus disampaikan bahwa itu salah karena ada resikonya. Dan harus dari
              kesadaran sendiri


              Reaksi saya  selama kegiatan minggu ini, bertindak cepat menyelesaikan tugas-tugas

              dengan  tepat  waktu.  Mengatur  waktu  lebih  efektif  agar  tidak  terbuang  percuma.
              Walaupun  waktu  tidur  saya  berkurang.  Karena  seperti  penyegaran  untuk

              mendisiplinkan  diri  lebih  dipacu  dari  sebelumnya,  Reaksi  ketika  membicarakan
              hukuman atau sanksi, reaksi saya mengajukan pertanyaan karena ada fakta di lapangan

              yang sering ditemui diselesaikan dengan cara yang berbeda dengan pola pendidikan
              taman siswa.


              Terdapat  beberapa  rekan  guru  di  sekolah  yang  mengirim  pesan  melalui  Whatsapp,

              karena  saya  terlihat  jarang  di  sekolah.  Ya,  karena  kesibukan  bertambah  sedikit
              mengurangi interaksi dengan rekan guru. Saya memfokuskan pada apa yang telah saya
              mulai. Tidak boleh berhenti belajar. Dan Rekan guru menyemangati, memotivasi dengan

              mengirim repson pada media sosial saya berupa instagram, facebook dan whatsapp


              SO WHAT?


              Perasaan  saya  ketika  dejavu  saat  pembuatan  media  komik  adalah  merasa  diri
              spektakuler.  Karena  di  masa  lampau  saya  tidak  dapat  menyelesaikan  media  komik

              pembelajaran  biologi  khususnya.  Akibat  keterbatasan  berjuang  dan  resiliensi  yang
              masih  dibawah  rata-rata,  cepat  menyerah  dan  tidak  istiqomah  berjuang  mencapai
              mimpi.  Dan ketika elaborasi pemahaman saya memperoleh insight bahwa di lingkungan

              saya dapat dilaksanakan pola pendidikan taman siswa namun secara bertahap. Karena
              akan banyak tantangan yang bersumber dari perbedaan sudut pandang.


              Perasaan  saya  akan  sama  dengan  orang  lain,  karena  ini  masalah  urgent  di  dunia

              pendidikan.  Saat  pandemi  covid-19  banyak  dekadensi  (kemerosotan)  moral,  akhlak
              (budi  pekerti)  walaupun  murid  ada  banyak    di  rumah  bersama.  Walaupun  pihak

              pemerintah telah mendukung lembaga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang
              memiliki program untuk mencerdaskan pelaku pendidikannya yaitu guru. Dan akses

              pemenuhan  kebutuhan  di  lembaga  atau  instansi  lain,  pendidikan  akan  mengalami
              stagnansi bila Tripusat Pendidikan tidak berkolaborasi secara nyata. Keluarga (sebagai

              pondasi  membentuk  budi  pekerti,  Sekolah  (pembentuk  kecerdasan  pikiran)  dan

                                                            5
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10