Page 8 - Teorema Pythagoras
P. 8

menceritakan  tentang  peran  matematika  dalam  memajukan  peradaban  manusia,    salah

               satunya adalah teorema  Pythagoras  yang menjadi  spelopor  perkembangan  ilmu  geometri
               dan arsitektur.


                   B.  Pengertian Teorema Pythagoras










               Teorema pythagoras adalah aturan atau materi yang digunakan untuk menentukan panjang

               salah satu sisi segitiga siku-siku yang belum diketahui. Teorema ini hanya berlaku untuk jenis
               segitiga  siku-siku  saja.  Oleh  karena  itu,  teorema  pythagoras  tidak  bisa  digunakan  untuk

               menentukan panjang dari bentuk atau segitiga lainnya.
               Teorema Pythagoras adalah suatu keterkaitan dalam geometri Euklides antara tiga sisi sebuah

               segitiga siku-siku. Teorema ini dinamakan menurut nama filsuf dan matematikawan Yunani
               abad  ke-6  SM,  Pythagoras.  Teorema  Pythagoras  menyatakan  bahwa  jumlah  luas  bujur

               sangkar pada kaki sebuah segitiga siku-siku sama dengan luas bujur sangkar di hipotenus.

               Sebuah segitiga siku-siku adalah segitiga yang mempunyai sebuah sudut siku-siku; kaki-nya
               adalah dua sisi yang membentuk sudut siku-siku tersebut, dan hipotenus adalah sisi ketiga yang

               berhadapan dengan sudut siku-siku tersebut. Pada gambar di bawah ini, a dan b adalah kaki
               segitiga siku-siku dan c adalah hipotenus:













               Pythagoras menyatakan teorema ini dalam gaya geometris, sebagai pernyataan tentang luas
               bujur sangkar yaitu jumlah luas bujur sangkar biru dan merah sama dengan luas bujur sangkar

               ungu.

                   C.  Rumus Pythagoras

               Dari gambar contoh segitiga siku –siku di atas yang setiap sisinya diberi nama a, b, dan c. Sisi
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13