Page 3 - i Kadek Agus Pratistha emodul
P. 3
3
Ada beberapa pendekatan lain dengan melihat kehidupan manusia pra aksara dari sudut
pandang kehidupan sosial ekonomi dan sosial kulturalnya. Misalnya J.C.D. Clark tahun
1952 dan V. Gordon Childe tahun1958 yang memfokuskan pada kemajuan teknologi
dan sosial kulturalnya. Selanjutnya R.P. Soejono pada tahun 1970 mengemukakan
model periodisasi pra aksara di Indonesia mejadi empat yaitu masa berburu dan
mengumpulkan makanan tingkat sederhana, masa berburu dan mengumpulkan
makanan tingkat lanjut, masa bercocok tanam dan masa perundagian.
Dalam modul ini, periodisasi masa pra aksara akan di dasarkan pada sudut pandang
geologis, arkeologis dan perkembangan kehidupan manusia. Berikut ini, di uraikan
periodisasi dari ketiga sudut pandang tersebut.
a. Periodisasi Berdasarkan Geologis
Geologi adalah studi tentang bumi dan bumi sebagi seluruh kelompok studi, asal,
struktur, komposisi, sejarah termasuk perkembangan kehidupannya, dan proses alami
yang sudah ada dan yang sedang berlangsung yang membuat kadaan bumi seperti hari
ini. Noer Aziz M., dkk (2002). Sedangkan menurut Jackson Bates dan Amp (1990),
geologi adalah ilmu yang planet bumi, terutama mengenai bahan penyusunannya
sebuah proses yang terjadi pada bumi, hasil dari proses, sejarah planet dan kehidupan
sejak bumi terbentuk. Berdasarkan pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa geologi
merupakan ilmu yang mempelajari bumi, komposisinya, struktur, sifat sifat fisik, sejarah
dan pembentukannya. secara keseluruhan.
Berdasarkan teori geologis tersebut maka perkembangan bumi dari waktu ke waktu
mengalami perubahan. Dari perubahan-perubahan tersebut maka dapat di kelompokkan
menjadi beberapa fase atau zaman. Setiap zaman memakan waktu yang sangat lama.
Setidaknya ada empat zaman periode perkembangan bumi ini. Yaitu zaman arkaikum,
palaeozoikum mesozoikum dan neozoikum. Zaman neozoikum terbagi lagi menjadi dua
zaman, yaitu zaman tertier dan zaman kwartier. Zaman kuartier terdiri dari dua kurun
waktu yaitu kala plestosen dan kala holosen.

