Page 257 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 257
tetapi menguliahi mereka tanpa jeda sementara mereka mencatat, atau lebih
tepatnya, memandang dengan mata mengantuk ke ruang kosong. Harry dan Ron
sejauh ini berhasil lulus dari pelajaran ini hanya dengan menyalin catatan
Hermione sebelum ujian; dia sendiri yang tampaknya bisa menahan daya
penidur dari suara Binns.
Hari ini, mereka menderita satu setengah jam ngantuk dengan subyek perang
raksasa. Harry mendengar cukup banyak selama sepuluh menit pertama untum
menyadari samar-samar bahwa di tangan guru lain subyek ini mungkin agak
menarik, tapi kemudian otaknya tidak terhubung lagi, dan dia menghabiskan satu
jam dua puluh menit sisanya bermain tebak kata di tepi perkamennya dengan
Ron, sementara Hermione memberi mereka pandangan kejam dari sudut
matanya.
'Bagaimana jadinya,' dia menanyai mereka dengan dingin, ketika mereka
meninggalkan ruang kelas itu untuk istirahat (Binns melayang pergi melewati
papan tulis), 'kalau aku menolak meminjamkan kalian catatanku tahun ini?'
'Kami akan gagal di ujian OWL kami,' kata Ron. 'Kalau kau mau memikul itu di
hati nuranimu, Hermione ...'
'Well, kalian pantas mendapatkannya,' dia berkata dengan pedas. 'Kalian bahkan
tidak mencoba mendengarkannya, bukan?'
'Kami mencoba,' kata Ron. 'Kami hanya tidak punya otakmu atau ingatanmu
atau konsentrasimu -- kai hanya lebih pintar daripada kami -- baguskah
kutambahkan itu?'
'Oh, jangan beri aku sampah itu,' kata Hermione, tapi dia tampak agak mereda
ketika dia memimpin jalan ke halaman yang lembab.
Gerimis berkabut halus sedang turun, sehingga orang-orang yang sedang berdiri
berkelompok di sekitar tepi halaman terlihat buram di sisi-sisinya. Harry, Ron
dan Hermione memilih sebuah sudut terpecil di bawah balkon yang terkena
banyak tetesan air, membalikkan kerah jubah mereka melawan udara September
yang dingin dan berbicara mengenai apa yang mungkin disiapkan Snape untuk
mereka pada pelajaran pertama di tahun itu. Mereka telah sampai sejauh
persetujuan bahwa mungkin sekali sesuatu yang sangat sukar, hanya supaya bisa
mengenai mereka ketika belum siap setelah liburan dua bulan; ketiak seseorang
berjalan mengitari sudut menuju mereka.

