Page 259 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 259

'Kau benar-benar tidak bijaksana!'


               'Apa? Aku hanya bertanya kepadanya apakah --'


               'Tidak bisakah kau lihat dia ingin berbicara kepada Harry sendiri?'


               'Jadi? Dia bisa berbuat begitu, aku tidak menghentikan --'

               'Kenapa kau menyerangnya mengenai tim Quidditchnya?'


               'Menyerang? Aku tidak menyerangnya, aku hanya --'


               'Siapa yang peduli kalau dia mendukung the Tornadoes?'


               'Oh, ayolah, setengah dari orang-orang yang memakai lencana itu baru
               membelinya musim lalu --'


               'Tapi apa masalahnya?'


               'Artinya mereka bukan fans sebenarnya, mereka cuma mengikuti arus --'


               'Itu bunyi bel,' kata Harry dengan jemu, karena Ron dan Hermione sedang
               bercekcok terlalu keras untuk mendengarnya. Mereka tidak berhenti bersiteru
               sepanjang jalan ke ruang bawah tanah Snape, yang memberi Harry banyak
               waktu untuk merefleksikan bahwa antara Neville dan Ron dia akan sangat
               beruntung jika bisa mendapatkan percakapan dua menit dengan Cho yang bisa
               dia kenang tanpa ingin meninggalkan negara itu.


               Dan lagi, pikirnya ketika mereka bergabung dengan antrian yang terbentuk di
               depan ruang kelas Snape, Cho telah memilih untuk datang dan berbicara
               kepadanya, bukankah begitu? Dia dulu pacar Cedric; dia bisa dengan mudah
               membenci Harry karena keluar dari labirin Triwizard hidup-hidup sementara
               Cedric mati, tapi dia berbicara kepadanya dengan cara yang benar-benar
               bersahabat, bukan seakan-akan dia menganggapnya gila, atau pembohong, atau
               bertanggung jawab dalam suatu cara terhadap kematian Cedric ... ya, dia benar-
               benar telah memilih untuk datang dan berbicara dengannya, dan itu yang kedua

               kalinya dalam dua hari ... dan ketika memikirkan ini, semangat Harry bangkit.
               Bahkan suara tak menyenangkan dari pintu ruang bawah tanah Snape yang
               berderit terbuka tidak menusuk gelembung harapan kecil yang sepertinya telah
               menggembung di dadanya. Dia memasuki ruang kelas di belakang Ron dan
               Hermione dan mengikuti mereka ke meja yang biasa di bagian belakang, di
               mana dia duduk di antara Ron dan Hermione dan mengabaikan suara-suara
   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264