Page 265 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 265
arahnya, atau selurus yang dia bisa sellagi harus mencari jalan di antara meja-
meja, kursi-kursi dan sofa-sofa yang terlalu empuk.
'Hermione dan aku sudah berhenti berdebat,' katanya sambil duduk di sebelah
Harry.
'Bagus,' gerutu Harry.
'Tapi Hermione bilang dia mengira akan baik kalau kau berhenti mengeluarkan
kemarahanmu kepada kami,' kata Ron.
'Aku tidak -'
'Aku hanya menyampaikan pesan,' kata Ron sambil menyelanya. 'Tapi kukira dia
benar. Bukan salah kami bagaimana Seamus dan Snape memperlakukan kamu.'
'Aku tak pernah bilang itu -'
'Selamat siang,' kata Profesor Trelawney dengan suara sedih dan melamun yang
biasa, dan Harry berhenti, lagi-lagi merasa kesal dan agak malu pada dirinya
sendiri.
'Dan selamat datang kembali ke Ramalan. Aku telah, tentu saja, mengikuti
peruntungan kalian dengan sangat hati-hati selama liburan ini, dan senang
melihat bahwa kalian semua telah kembali ke Hogwarts dengan selamat --
seperti, tentu saja, yang kutahu akan terjadi.
'Kalian akan menemukan di meja di hadapan kalian salinan-salinan Ramalan
Mimpi, oleh Inigo Imago. Interpretasi mimpi adalah cara yang paling penting
untuk meramalkan masa depan dan yang paling mungkin diuji pada OWL
kalian. Tentu saja, bukannya aku pikir kelulusan atau kegagalan ujian adalah hal
yang penting sedikitpun kalau menyangkut ilmu suci meramal. Kalau kalian
memiliki Mata Melihat, sertifikat dan nilai hanya bernilai sedikit. Akan tetapi,
Kepala Sekolah ingin kalian mengikuti ujian, jadi ...'
Suaranya berangsur hilang dengan lembut, membuat mereka tidak ragu
sedikitpun bahwa Profesor Trelawney menganggap pelajarannya di atas hal-hal
mengerikan seperti ujian.
'Tolong balikkan ke pengantar dan baca apa yang dikatakan Imago tentang
masalah interpretasi mimpi. Lalu, bentuklah pasangan-pasangan. Gunakan
Ramalan Mimpi untuk menginterpretasikan mimpi-mimpi kalian masing-masing

