Page 264 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 264

terlihat marah dan tersinggung. 'Tidak bisakah kalian tenang?' kata Harry.

               'Kalian selalu bertengkar, membuatku gila.' Dan mengabaikan painya, dia
               mengayunkan tas sekolahnya ke bahunya dan meninggalkan mereka duduk di
               sana.


               Dia berjalan menaiki tangga pualam dua-dua anak tangga, melewati banyak
               murid yang sedang bergegas menuju makan siang. Kemarahan yang baru saja
               menyala tanpa terduga masih berkobar dalam dirinya, dan bayangan wajah Ron
               dan Hermione yang terguncang memberinya rasa puas mendalam. Rasakan
               mereka, pikirnya, kenapa mereka tidak bisa tenang ... bertengkar sepanjang
               waktu ... cukup untuk membuat siapapun jadi gila ...


               Dia melewati lukisan besar si ksatria Sir Cadogan di puncak tangga; Sir Cadogan
               menarik pedangnya dan memamerkannya dengan garang kepada Harry, yang
               mengabaikannya.


               'Kembalilah, kau anjing kudisan! Berdiri di tempat dan bertarung!' teriak Sir
               Cadogan dengan suara teredam dari balik ketopongnya, tetapi Harry terus
               berjalan dan ketika Sir Cadogan mencoba mengikutinya dengan cara berlari ke
               dalam lukisan di sebelah, dia ditolak oleh penghuninya, seekor serigala yang
               besar dan tampak marah.


               Harry menghabiskan sisa jam makan siang duduk sendirian di bawah pintu
               jebakan di puncak Menara Utara. Akibatnya, dia yang pertama menaiki tangga
               perak yang menuju ruang kelas Sybill Trelawney ketika bel berdering.


               Setelah Ramuan, Ramalan adalah kelas yang paling tidak disukai Harry, yang
               sebagian besar disebabkan oleh kebiasaan Profesor Trelawney meramalkan
               kematian dininya setiap beberapa kali pelajaran. Seorang wanita kurus, yang
               mengenakan banyak syal dan untaian-untaian manik-manik yang berkilauan, dia
               selalu mengingatkan Harry kepada beberapa jenis serangga, dengan kacamata
               besarnya yang memperbesar matanya. Dia sedang sibuk menempatkan salinan-
               salinan buku bersampul kulit yang compang-camping ke setiap meja bundar
               kecil yang berada dalam ruangannya ketika Harry memasuki ruangan, tetapi
               cahaya dari lampu yang ditutupi scarf dan api yang menyala rendah dan
               mengeluarkan wangi menyengat begitu temaram sehingga dia tampak tidak
               memperhatikan Harry ketika dia mengambil tempat duduk dalam bayangan. Sisa

               kelas itu tiba selama lima menit berikutnya. Ron muncul dari pintu jebakan,
               memandang sekeliling dengan hati-hati, melihat Harry dan menuju lurus ke
               arahnya, atau selurus yang dia bisa sellagi harus mencari jalan di antara meja-
   259   260   261   262   263   264   265   266   267   268   269