Page 433 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 433

Mereka bergegas menyusuri koridor ke tempat yang telah digambarkan Dobby

               kepada Harry, sebidang tembok kosong di seberang sebuah permadani dinding
               besar yang melukiskan usaha tolol Barnabas si Bodoh untuk melatih para troll
               menari balet.


               'OK,' kata Harry pelan, sementara satu troll yang termakan ngengat
               menghentikan sejenak pemukulannya yang terus-menerus pada calon guru balet
               itu untuk mengamati mereka. 'Dobby bilang berjalan melewati tembok ini tiga
               kali, sambil berkonsentrasi keras pada apa yang kita perlukan.'


               Mereka melakukannya, berbalik tajam di jendela tepat di sebelah bidang tembok
               kosong itu, lalu di vas bunga seukuran orang di ujung yang lain. Ron sudah
               memicingkan mata untuk berkonsentrasi; Hermione sedang membisikkan
               sesuatu dengan suara rendah; tinju Harry terkepal sementara dia menatap ke
               depannya.


               Kami perlu suatu tempat untuk belajar bertarung ... pikirnya. Beri saja kami
               tempat untuk berlatih ... suatu tempat di mana mereka tidak bisa menemukan
               kami ...


               'Harry!' kata Hermione dengan tajam, selagi mereka berbalik setelah berjalan
               lewat ketiga kalinya.


               Sebuah pintu yang terpelitur halus telah muncul di tembok itu. Ron sedang
               menatapnya, terlihat agak waspada. Harry mengulurkan tangan, meraih
               pegangan kuningannya, menarik pintu hingga terbuka dan memimpin jalan ke
               dalam sebuah ruangan luas yang diterangi obor-obor yang berkelap-kelip seperti
               yang menerangi ruang bawah tanah delapan lantai di bawah.


               Di dinding berbaris rak-rak buku kayu dan menggantikan kursi ada bantal-bantal
               sutera besar di lantai. Serangkaian rak di ujung jauh ruangan itu menyimpan
               instrumen-instrumen seperti Teropong Curiga, Sensor Rahasia dan sebuah
               Cermin-Musuh yang besar dan retak yang Harry yakin pernah tergantung, tahun
               sebelumnya, di kantor Moody palsu.


               'Ini akan bagus ketika kita berlatih Membekukan,' kata Ron dengan antusias,
               sambil menyolok salah satu bantal dengan kakinya.


               'Dan lihat saja buku-buku ini!' kata Hermione dengan bersemangat, sambil
               menggerakan jari sepanjang punggung-punggung buku besar bersampul kulit.
               'Suatu Ikhtisar Kutukan-Kutukan Umum dan Kontra-Tindakannya ... Mengakali
   428   429   430   431   432   433   434   435   436   437   438