Page 696 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 696
kalian akan membuat Dr Filibuster bangkrut, tidak masalah ...'
'Semoga,' bisik George sambil menyeka air mata tawa dari wajahnya. 'Oh,
kuharap dia mencoba Menghilangkan mereka selanjutnya ... mereka akan
berlipat sepuluh kali setiap kali kau coba.'
Kembang api itu terus menyala dan menyebar ke seluruh sekolah sore itu.
Walaupun menyebabkan banyak gangguan, terutama petasan-petasan itu, guru-
guru yang lain tampaknya tidak terlalu keberatan.
'Sayang, sayang,' kata Profesor McGonagall dengan sengit, ketika salah satu
naga membumbung di sekitar ruang kelasnya, mengeluarkan bunyi keras dan
menghembuskan nyala api. 'Miss Brown, maukah kamu berlari kepada Kepala
Sekolah dan memberitahu beliau bahwa kita punya kembang api yang lolos di
ruangan kelas kita?'
Hasilnya adalah Profesor Umbridge menghabiskan sore pertamanya sebagai
Kepala Sekolah berlarian di seluruh sekolah menjawab panggilan-panggilan dari
guru-guru yang lain, yang tak seorangpun tampaknya bisa mengenyahkan
kembang api dari ruangan mereka tanpa dia. Saat bel akhir berbunyi dan mereka
menuju Menara Gryffindor dengan tas-tas mereka, Harry melihat, dengan
kepuasan mendalam, Umbridge yang kusut dan hitam akibat jelaga berjalan
terhuyung-huyung dengan wajah berkeringat dari ruang kelas Profesor Flitwick.
'Terima kasih banyak, Profesor!' kata Profesor Flitwick dengan suara kecil
mencicitnya. 'Aku bisa saja mengenyahkan bunga-bunga api itu sendiri, tentu
saja, tapi aku tidak yakin aku memiliki kuasanya atau tidak.'
Sambil tersenyum, dia menutup pintu ruang kelasnya di hadapannya.
Fred dan George menjadi pahlawan malam itu di ruang duduk Gryffindor.
Bahkan Hermione berjuang melalui kerumunan yang bersemangat untuk
menyelamati mereka.
'Kembang api itu sangat bagus,' dia berkata memuji.
'Trims,' kata George, terlihat terkejut sekaligus senang. 'Api-Gila Desing-Keras
Weasley. Satu-satunya masalah adalah, kami menggunakan seluruh stok kami,
kami harus mulai dari awal lagi sekarang.'

