Page 717 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 717

Dia merasa seakan-akan memori itu sedang memakannya dari dalam. Dia sudah

               begitu pasti orang tuanya adalah orang-orang yang menakjubkan sehingga dia
               tidak pernah mengalami kesulitan sedikitpun untuk tidak mempercayai fitnah
               yang dibuat Snape pada karakter ayahnya. Bukankah orang-orang seperti Hagrid
               dan Sirius memberitahu Harry betapa menakjubkannya ayahnya dulu? (Yeah,
               well, lihat seperti apa Sirius sendiri, kata sebuah suara mengomel di dalam
               kepala Harry ... dia sama buruknya, bukan?) Ya, dia pernah sekali tak sengaja
               mendengar Profesor McGonagall berkata bahwa ayahnya dan Sirius adalah
               pembuat keonaran di sekolah, tetapi dia menggambarkan mereka sebagai
               pendahulu si kembar Weasley, dan Harry tidak bisa membayangkan Fred dan
               George menggantung seseorang terbalik demi kesenangan


               ... tidak kecuali mereka benar-benar membenci orang itu ... mungkin Malfoy,
               atau seseorang yang benar-benar pantas mendapatkannya ...


               Harry mencoba berargumen bahwa Snape pantas mendapatkan apa yang
               dideritanya di tangan James; tetapi bukankah Lily bertanya, 'Apa yang sudah
               dilakukannya kepadamu?' Dan bukankah James menjawab, 'Lebih kepada fakta
               bahwa dia ada, kalau kau tahu apa yang kumaksud.' Bukankah James
               memulainya hanya karena Sirius bilang dia bosan? Harry ingat Lupin bilang di
               Grimmauld Place dulu bahwa Dumbledore menjadikannya prefek dengan
               harapan bahwa dia akan bisa melaksanakan sedikit kendali atas James dan Sirius
               ... tetapi di dalam Pensieve, dia duduk di sana dan membiarkan semuanya terjadi
               ...


               Harry terus mengingatkan dirinya sendiri bahwa Lily telah campur tangan;
               ibunya dulu baik. Namun, ingatan atas tampang di wajahnya ketika dia berteriak
               kepada James mengganggunya sebanyak yang lainnya; dia jelas-jelas membenci
               James, dan Harry sama sekali tidak mengerti bagaimana mereka bisa menikah

               akhirnya. Sekali atau dua kali dia bahkan bertanya-tanya apakah James
               memaksanya menikah ...

               Selama hampir lima tahun pikiran tentang ayahnya menjadi sumber

               penghiburan, inspirasi. Kapanpun seseorang memberitahunya bahwa dia mirip
               James, dia berseri-seri dengan rasa bangga di dalam. Dan sekarang ... sekarang
               dia merasa dingin dan sengsara memikirkannya.


               Udara semakin berangin, lebih cerah dan lebih hangat ketika liburan Paskah
               lewat, tetapi Harry, bersama anak-anak kelas lima dan tujuh lainnya,
               terperangkap di dalam, mengulang pelajaran, berjalan tak tentu arah dari dan ke
   712   713   714   715   716   717   718   719   720   721   722