Page 719 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 719
Dia tidak mengerti mengapa sebutir telur Paskah membuatnya merasa begini.
'Kamu tampaknya benar-benar murung akhir-akhir ini,' Ginny bersikeras. 'Kau
tahu, aku yakin kalau saja kamu bicara kepada Cho ...'
'Aku bukan ingin bicara dengan Cho,' kata Harry kasar.
'Kalau begitu, siapa?' tanya Ginny sambil mengamatinya dengan seksama.
'Aku ...'
Dia memandang sekeliling untuk memastikan tak seorangpun sedang
mendengarkan. Madam Pince berada beberapa rak jauhnya, sedang mencap
setumpuk buku untuk Hannah Abbott yang tampak kalut.
'Aku berharap aku bisa bicara dengan Sirius,' dia bergumam. 'Tapi aku tahu aku
tak bisa.'
Ginny terus mengamatinya sambil berpikir. Lebih untuk memberi dirinya
sesuatu untuk dilakukan daripada karena dia ingin, Harry membuka bungkusan
telur Paskahnya, memecah sepotong besar dan meletakkannya ke dalam
mulutnya.
'Well,' kata Ginny lambat-lambat, makan sepotong telur juga, 'kalau kau benar-
benar ingin bicara dengan Sirius, kukira kita bisa memikirkan suatu cara untuk
melakukannya.'
'Ayolah,' kata Harry dengan hampa, 'Dengan Umbridge mengawasi api dan
membaca semua surat kita?'
'Masalahnya tentang tumbuh bersama Fred dan George,' kata Ginny sambil
berpikir, 'adalah kamu sepertinya mulai berpikir apapun mungkin kalau kamu
punya cukup keberanian.'
Harry memandangnya. Mungkin pengaruh cokelat -- Lupin selalu menasehati
makan sedikit setelah perjumpaan dengan Dementor -- atau hanya karena dia
akhirnya mengatakan keras-keras harapan yang telah membara di dalam dirinya
selama seminggu, tetapi dia merasa sedikit lebih memiliki harapan.
'MENURUT KALIAN APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN?'

