Page 818 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 818
pernah tahu aku memerintahkan Dementor mengejar Potter musim panas lalu,
tapi tetap saja dia senang diberikan kesempatan untuk mengeluarkannya dari
sekolah.'
'Anda yang melakukannya?' Harry terkesiap. 'Anda mengirim Dementor
mengejarku?'
'Seseorang harus bertindak,' bisik Umbridge, selagi tongkatnya diam sambil
menunjuk tepat ke kening Harry. 'Mereka semua mengoceh tentang mendiamkan
kamu dengan suatu cara -- mendiskreditkan kamu -- tapi aku satu-satunya yang
benar-benar melakukan sesuatu ... hanya saja kamu berkelit dari yang satu itu,
bukan, Potter? Namun tidak hari ini, tidak sekarang --' Dan sambil mengambil
napas dalam, dia menjerit, 'Cruc--'
'TIDAK!' teriak Hermione dengan suara pecah dari belakang Millicent
Bulstrode.
'Tidak -- Harry -- kita harus memberitahunya!'
'Tidak mau!' jerit Harry sambli menatap bagian kecil Hermione yang bisa
dilihatnya.
'Kita harus, Harry, atau dia akan tetap memaksanya keluar darimu, apa ... apa
gunanya?'
Dan Hermione mulai menangis dengan lemah ke punggung jubah Millicent
Bulstrode. Millicent segera berhenti mencoba menggencetnya ke dinding dan
mengelak darinya sambil terlihat jijik.
'Well, well, well!' kata Umbridge, tampak penuh kemenangan. 'Nona Kecil
Tanya-Semua akan memberi kita beberapa jawaban. Ayolah kalau begitu, nak,
ayo!'
'Er -- my -- nee -- jangan!' teriak Ron melalui sumbat mulutnya.
Ginny sedang menatap Hermione seolah-olah dia belum pernah melihatnya
sebelumnya. Neville, masih bernapas dengan tercekik, juga sedang menatapnya.
Tetapi Harry baru saja memperhatikan sesuatu. Walaupun Hermione sedang
terisak-isak dengan putus asa ke dalam tangannya, tidak ada bekas air mata.
'Aku -- aku minta maaf, semuanya,' kata Hermione. 'Tapi -- aku tidak bisa

