Page 822 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 822

-- BAB TIGA PULUH TIGA --


                                               Perlawanan dan Pelarian


               Harry tidak punya gambaran apa yang sedang direncanakan Hermione, atau
               bahkan apakah dia punya rencana. Dia berjalan setengah langkah di belakangnya
               ketika mereka menyusuri koridor di luar kantor Umbridge, tahu akan terlihat
               sangat mencurigakan kalau dia tampak tidak tahu ke mana mereka akan pergi.
               Dia tidak berani mencoba berbicara kepadanya; Umbridge berjalan begitu dekat
               di belakang mereka sehingga dia bisa mendengar napas marahnya.


               Hermione memimpin jalan menuruni tangga ke Aula Depan. Hiruk-pikuk suara
               bising dan denting alat-alat makan pada piring bergema keluar dari pintu-pintu
               ganda ke Aula Besar -- tampaknya luar biasa begi Harry bahwa dua puluh kaki
               jauhnya orang-orang sedang menikmati makan malam, merayakan akhir ujian,
               tidak peduli akan dunia ...


               Hermione berjalan lurus keluar dari pintu depan dari kayu ek dan menuruni
               undakan-undakan batu ke udara sore yang sejuk. Matahari sedang turun ke
               puncak pepohonan di Hutan Terlarang sekarang, dan selagi Hermione berjalan

               cepat-cepat dengan maksud tertentu menyeberangi rumput -- Umbridge berlari-
               lari kecil untuk menjaga jarak -- bayangan-bayangan gelap panjang pepohonan
               itu beriak di rumput di belakang mereka seperti jubah.


               'Disembunyikan di gubuk Hagrid, bukan?' kata Umbridge dengan bersemangat
               ke telinga Harry.


               'Tentu saja tidak,' kata Hermione dengan pedas. 'Hagrid mungkin melepaskannya
               dengan tidak sengaja.'

               'Ya,' kata Umbridge, yang kegembiraannya tampaknya meningkat. 'Ya, dia pasti

               berbuat begitu, tentu saja, si kasar keturunan campuran yang besar itu.'

               Dia tertawa. Harry merasakan desakan kuat untuk berputar dan mencengkeram
               tenggorokannya, tetapi menahan diri. Bekas lukanya berdenyut di udara sore

               yang lembut tetapi belum membara panas seklai, seperti yang diketahuinya akan
               terjadi kalau Voldemort telah berniat membunuh.

               'Kalau begitu ... di mana?' tanya Umbridge, dengan isyarat ketidakyakinan di

               suaranya ketika Hermione terus berjalan menuju Hutan.
   817   818   819   820   821   822   823   824   825   826   827