Page 874 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 874

atas mimbarnya. Seluruh ruangan itu berdering dengan tawa para Pelahap Maut:
               dia memandang ke atas dan melihat lima yang tadi berada di dalam Ruangan
               Otak turun ke arahnya, sementara banyak lagi muncul dari ambang pintu lain
               dan mulai melompat dari bangku ke bangku ke arahnya. Harry bangkit walaupun
               kakinya gemetaran begitu hebatnya sehingga hampir tidak bisa menyokong
               dirinya: ramalan itu ajaibnya masih belum pecah di tangan kirinya, tongkatnya
               tergenggam erat di tangan kanan. Dia mundur, sambil memandang berkeliling,
               mencoba menjaga semua Pelahap Maut di dalam penglihatannya. Bagian
               belakang kakinya mengenai sesuatu yang padat: dia telah mencapai mimbar
               tempat atap melengkung itu berada. Dia memanjat ke belakang ke atas mimbar
               itu.


               Para Pelahap Maut semuanya berhenti, sambil menatapnya. Beberapa terengah-
               engah sekeras dirinya. Salah satunya berdarah hebat, Dolohov, yang bebas dari
               Kutukan Pengikat-Tubuh, sedang mengerling, tongkatnya menunjuk tepat ke
               wajah Harry.


               'Potter, perlombaanmu sudah dijalani,' kata Lucius Malfoy dengan suara
               dipanjang-panjangkan, sambil menarik lepas topengnya, 'sekarang serahkan
               ramalannya kepadaku seperti anak baik.'


               'Biarkan -- biarkan yang lainnya pergi, dan aku akan memberikannya
               kepadamu!'


               kata Harry dengan putus asa.


               Beberapa Pelahap Maut tertawa.


               'Kamu tidak berada dalam posisi untuk tawar-menawar, Potter,' kata Lucius
               Malfoy, wajahnya yang pucat merona karena senang. 'Kamu lihat, kami
               bersepuluh dan kamu hanya sendiri ... atau apakah Dumbledore tak pernah
               mengajarmu cara menghitung?'


               'Dia tidak seddiri!' teriak sebuah suara dari atas mereka. 'Dia masih bunya adu!'


               Hati Harry mencelos: Neville sedang berjuang menuruni bangku-bangku batu ke
               arah mereka, tongkat Hermoine tergenggam erat di tangannya yang gemetaran.


               'Neville -- jangan -- kembali kepada Ron --'


               'STUBEFY!' Neville berteriak lagi, sambil menunjuk tongkatnya kepada tiap-
               tiap Pelahap Maut secara bergantian. 'STUBEFY! STUBE--'
   869   870   871   872   873   874   875   876   877   878   879