Page 76 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 76

“ReveRsed ORdeR MechanisM”


              Dengan pendar monitor di wajahnya, kedua mata itu
           menyalang. Penuh lintasan pikir yang kegesitannya mem buat

           RAM komputer mana pun seperti siput tua yang sekarat.





           Dimas & Reuben


           Reuben masih duduk di kursi yang sama, dengan taburan bu-
           ku yang tambah lama tambah banyak. Dimas masih ber kutat
           di depan notebook-nya. Sekalipun tampak ber tualang di alam

           yang berbeda, ternyata mereka menggu muli hal yang sama.
              “Reuben, mengenai tokoh kita yang satu lagi.”
              “Lucu. Aku juga sedang memikirkannya.”
              “Si Bintang Jatuh.”
              “Bintang Jatuh? Kok? Aku pikir Ular Naga.”

              Dimas mendengus. Selera Reuben memang buruk da lam
           bervisualisasi. “Aku sengaja menyebutnya Bintang Jatuh su-
           paya sama dengan dongeng itu. Ring a bell? Dan, maaf, tapi
           aku tidak bisa menuliskan tokoh jagoan yang bersisik, ber-
           taring, dan berhidung penggorengan.”
              “Bintang Jatuh. Boleh juga. Unik.”

              “Seperti apa, ya, dia kira-kira?”
              “Dia adalah seseorang yang harus sepenuhnya mewakili
           area abu-abu. Teori relativitas berjalan. Manusia yang pe nuh
           paradoks. Bukan tokoh antagonis, juga bukan prota gonis.
           Pe nuh kebajikan, tapi juga penuh kepahitan.”


                                                                  65
   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81