Page 215 - In a Blue Moon
P. 215

”Maaf,”	gumam	Sophie	enggan,	”tapi	kau	yang	selalu	me-
                mancing	serangan	refleksku.”
                  Lucas	 meliriknya	 sekilas,	 lalu	 meraih	 tangan	 kiri	 Sophie
                yang	saat	itu	sedang	meremas	serbet	di	atas	pangkuan.

                  Mata	Sophie	melebar	kaget.	”Apa	yang	kaulakukan?”	desis-
                nya.	Ia	menunduk	menatap	tangannya	yang	kini	berada	da-
                lam	genggaman	tangan	Lucas	di	bawah	meja.
                  ”Aku	hanya	ingin	menahan	serangan	refleksmu	selama	sisa
                pembicaraan	kita,”	sahut	Lucas	ringan	sambil	tersenyum	kecil.
                  Sophie	mendengus	pelan.	”Kau	bercanda.”

                  Ia	 mencoba	 menarik	 tangannya,	 namun	 Lucas	 tidak	 me-
                lepaskannya.	 Lucas	 tahu	 pegangannya	 tidak	 benar-benar
                kencang,	tetapi	Sophie	tidak	akan	bisa	melepaskan	diri	tanpa
                menarik	perhatian	keluarganya.                            213

                  ”Tenanglah,”	gumam	Lucas.	”Aku	akan	melepaskanmu	ka-
                lau	aku	yakin	kau	tidak	akan	memukulku	lagi.”
                  Sophie	memutar	bola	matanya.
                  ”Jadi	sampai	di	mana	kita	tadi?”
                  Sophie	 mengamati	 keluarganya	 yang	 masih	 asyik	 meng-
                obrol	dan	tidak	menyadari	apa	pun,	lalu	berbisik,	”Temanmu

                mengundang	aktor	musikal	untuk	tampil	di	barnya.”
                  ”Ah,	 benar.	 Jadi	 dia	 mengundangku	 ke	 sana.	 Kau	 mau
                ikut?”
                  ”Ya.”

                  Lucas	menoleh	dengan	cepat.	”Apa?	Kau	mau?	Sungguh?”
                tanyanya	 kaget.	 Kali	 ini	 ia	 ingat	 untuk	 tetap	 berbicara	 de-
                ngan	suara	pelan.







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   213                     3/30/2015   10:43:24 AM
   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220