Page 216 - In a Blue Moon
P. 216
Sophie meliriknya sekilas. ”Ya. Kenapa? Kau ingin aku
berubah pikiran?”
”Tentu saja tidak. Aku hanya belum terbiasa dengan diri-
mu yang begitu penurut.” Lucas tersenyum kecil. Lalu alisnya
berkerut samar. ”Kuharap kau tidak sepenurut ini pada setiap
laki-laki yang kebetulan memegang tiket pertunjukan Broad-
way atau semacamnya.”
Sophie menyipitkan mata dan berusaha menarik tangan-
nya dari genggaman Lucas, namun tidak berhasil. ”Kau boleh
melepaskan tanganku sekarang,” gumamnya. ”Aku tidak akan
memukulmu.”
Lucas tidak melepaskannya, tentu saja. ”Nah, kenapa aku
tidak percaya padamu?”
Sophie menggerutu tidak jelas dan kembali menarik ta-
214
ngannya.
Lucas tetap bertahan. Pegangannya di tangan Sophie tidak
terlalu erat, namun Sophie sudah pasti tidak akan bisa me-
lepaskan diri tanpa menarik perhatian keluarganya.
Akhirnya Sophie menyerah, membiarkan Lucas tetap me-
megangi tangannya selama beberapa detik lagi. Tepatnya tiga
puluh lima detik lagi—oh, ya, Lucas menghitung waktu—
sampai Tyler memanggil Sophie untuk menanyakan sesuatu.
Saat itulah Lucas baru melepaskan tangan gadis itu.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 214 3/30/2015 10:43:25 AM

