Page 214 - In a Blue Moon
P. 214

Sophie	terkesiap	begitu	keras	sampai	Lucas	melompat	ka-
                  get	dan	semua	orang	menoleh	ke	arahnya.
                    ”Maaf,”	gumam	Sophie	lirih	dengan	wajah	memerah	malu
                  kepada	orang-orang	yang	menatapnya.	”Ini...	Pavlova-nya	sa-

                  ngat	lezat.”
                    Menurut	Lucas,	alasan	Sophie	sama	sekali	tidak	meyakin-
                  kan,	 tetapi	 keluarganya	 tidak	 curiga.	 Mereka	 hanya	 menye-
                  tujui	komentarnya	dan	kembali	mendengarkan	lanjutan	cerita
                  kakek	Lucas.
                    Sophie	 berdeham	 pelan	 dan	 menoleh	 sedikit	 ke	 arah

                  Lucas,	tanpa	benar-benar	menatap	Lucas,	dan	menggumam-
                  kan	sesuatu	yang	tidak	tertangkap	oleh	telinga	Lucas.
                    ”Apa?”	 tanya	 Lucas	 sambil	 mencondongkan	 kepalanya	 ke

          212     arah	Sophie.	Ia	lupa	berbisik.	Siku	Sophie	pun	dengan	segera
                  menyerang	lengannya.
                    Kepala	 keenam	 orang	 lain	 berputar	 kembali	 ke	 arah	 me-
                  reka	Kali	ini	mereka	menatap	Sophie	dan	Lucas	dengan	ta-
                  tapan	penasaran.
                    ”Maafkan	aku.”	Lucas	memandang	keenam	orang	itu	ber-
                  gantian,	 berusaha	 menahan	 kernyitan	 kesakitan.	 ”Silakan

                  lanjutkan.”
                    Lucas	menunggu	sampai	perhatian	semua	orang	teralihkan
                  dari	 dirinya	 sebelum	 akhirnya	 meringis	 lirih	 dan	 mengusap
                  lengan	kanannya	yang	menjadi	korban	siku	Sophie.	”Kurasa

                  aku	harus	mulai	mendokumentasikan	setiap	luka	yang	kau-
                  timbulkan,”	 gerutunya	 lirih.	”Siapa	 tahu	 aku	 perlu	 meminta
                  ganti	rugi	suatu	hari	nanti.”







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   212                     3/30/2015   10:43:24 AM
   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219